Pengukuhan Profesor Riset LIPI, Bukti Kesinambungan Kaderisasi Peneliti

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali mengukuhkan empat orang Professor Riset, Selasa ( 27/7). Pengukuhan  diharapkan memperkuat peran riset yang semakin dibutuhkan di masa pemulihan pascapandemi dengan menyasar pada pengembangan empat bidang keilmuan, yaitu Metalurgi Proses, Teknologi Instrumentasi, Ilmu Kebumian, Metalurgi dan Material.

Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko dalam sambutannya mengatakan bahwa gelar Professor Riset adalah gelar karir tertinggi yang dicapai oleh periset. “Gelar Profesor Riset tidak hanya merupakan gelar yang diberikan secara melekat, namun gelar ini memberikan beban kewajiban  tambahan, yaitu kewajiban moral, kewajiban membina, mendidik para yunior untuk menjadi periset yang lebih baik di masa mendatang,” tutur Handoko. “Saya yakin dengan adanya SDM dan talenta yang kita miliki, termasuk 4 (empat) Profesor Riset yang baru dikukuhkan kita dapat melakukan percepatan mewujudkannya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucapnya.

“Terlebih, dalam waktu tidak lama, kita akan mengalamni milestone baru, sejarah baru komunitas iptek dan periset di Indonesia akan bergabung dari  berbagai lembaga Litbang, lembaga riset baik dari LPNK maupun Balitbang atau unit Litbang di  Kementerian ke dalam  Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN),” terang Handoko. Menurutnya, tentu di satu sisi, peristiwa tersebut akan menimbulkan tantangan baru. “Pertama. kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang besar ini.  Kedua, memberikan kesempatan baru para professor riset untuk semakin mengembangkan keilmuannya, untuk semakin berkolaborasi dengan berbagai kolega lintas disiplin ke bagian keluarga besar BRIN,” paparnya.

Sehingga melalui BRIN, Handoko menegaskan, semua pihak lebih mudah berkolaborasi dan bekerja bersama lintas keilmuan, lintas topik riset. dan mampu memberikan kontribusi yang terbaik dan lebih optimal dibandingkan sebelumnya kepada masyarakat, negara dan bangsa kita.

Artinya keilmuan dari keempat professor riset yang baru dikukuhkan pada hari ini merupakan bidang ilmu yang sangat strategis dan penting dalam memberikan kontribusi dan menjadi kunci teknologi pada banyak aspek di kehidupan kita. “ Artinya keempat professor riset yang baru dikukuhkan ini di satu sisi memberikan harapan baru kepada publik bahwa Indonesia akan lebih mampu bersaing dan berkontribusi di ranah Internasional, di satu sisi yg lain akan mampu memberikan solusi yang dibutuhkan masyarakat khususnya  bagi para pelaku usaha dan indsutri yang selama ini berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Dengan professor riset ini dan group riset di bawahnya, kita semua berharap bahwa kontribusi ini akan semakin besar dan pada saatnya kita akan melihat Indonesia yang lebih maju berbasis ekonomi dengan fundamental riset dan inovasi yang semakin kuat.

Kaderisasi Peneliti
Plh. Kepala LIPI, Agus Haryono, menuturkan, dengan dikukuhkan empat Profesor Riset yang baru saya merasa senang sekali, ini bukti bahwa LIPI memiliki kesinambungan kaderisasi peneliti untuk menghasilkan karya-karya penelitian berkualitas internasional. Semoga bisa menjadikan semangat bagi para peneliti lainnya, agar kaderisasi kompetensi tetap terjaga dan berkesinambungan. “Kaderisasi peneliti ini penting untuk terus menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas untuk terus dikembangkan guna mendukung sustainability pembangunan. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, harapannya LIPI selalu memiliki terobosan atau inovasi baru untuk membantu Indonesia,” harapnya.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh sivitas LIPI untuk tetap semangat dan optimis dengan transformasi lembaga riset di masa mendatang. Saudara saya harapkan untuk terus mengembangkan diri dan bersifat adaptif terhadap kondisi yang berkembang nantinya.”

Untuk itu pada kesempatan ini secara khusus saya mengucapkan selamat kepada Prof. Rudi Subagja, Prof. Sensus Wijonarko, Prof. Danny Hilman Natawidjaja, dan Prof. Efendi. Selamat kepada 4 Profesor kita yang baru yang telah dikukuhkan dalam bidangnya masing-masing. “Suatu kebanggaan dan kebahagiaan kita semua pada hari ini kita dapat menyaksikan kembali Upacara Pengukuhan Gelar Profesor Riset yang ke -  151, 152, 153, 154  kepada putra-putra terbaik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang telah tekun bekerja mengabdikan dirinya dalam dunia penelitian serta pengkajian menurut bidangnya masing-masing,” pungkas Agus.

Rudi Subagja pakar Metalurgi Proses dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material menyampaikan materi orasi terkait dengan pemanfaatan ilmenit Indonesia, pemanfaatan bijih nikel laterit kadar rendah Indonesia, serta penelitian pemanfaatan malasit. “Hasil penelitian  sebagai kontribusi bagi pengembangan iptek untuk menciptakan kemandirian industri nasional serta membantu memecahkan masalah pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah sumber daya mineral ilmenit, nikel laterit dan malasit Indonesia,” ungkap Subagja.

Sensus Wijonarko, pakar Teknologi Instrumentasi dari Pusat Penelitian Fisika menyampaikan materi orasi terkait dengan pengembangan instrumentasi neraca air dalam sistem pengamat hidrometeorologi terpadu untuk memperbaiki ketahanan air. “Meskipun dalam masa mendatang tantangan untuk pengembangan ini tetap ada yaitu memastikan adanya ketersediaan air bersih bagi setiap kebutuhan, mengingat ada faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika air baik dari tingkatan lokal sampai global,” terang Wijonarko.

Danny Hilman Natawidjaja, pakar Ilmu Kebumian dari Pusat Penelitian Geoteknologi menyampaikan orasi perjalanan memulai dan mengembangkan riset sesar aktif di Indonesia, kemudian hasil riset sesar aktif di wilayah Indonesia dan juga membahas peranan sesar aktif untuk mitigasi dan pembangunan yang aman dan tangguh bencana. “Tantangan dalam riset ini memiliki peluang sekaligus merupakan tantangan besar untuk mitigasi bencana.  Para peneliti gempa dan tsunami masih sedikit, baik di instansi ataupun universitas yang mempunyai cukup ahli untuk semua aspek gempa, sehingga untuk mengembangkan kegiatan riset dan terapannya di bidang mitigasi bencana diperlukan wadah kerjasama untuk para periset yang tersebar,” ungkap Hilman.

Efendi, pakar Metalurgi dan Material dari Pusat Penelitian Metalurgi dan Material menyampaikan orasi permasalahan yang terjadi pada turbin gas dan turbin uap, perkembangan dan disain paduan-super berbasis nikel untuk aplikasi sudu turbin gas serta perkembangan dan disain baja tahan karat untuk aplikasi suhu turbin uap. “Diharapkan dengan proses produksi ini dan juga dengan fasilitas yang ada, langkah ini selain menurunkan biaya perawatan, juga dapat meningkatkan kemandirian nasional dalam teknologi komponen turbin pembangkit listrik,” papar Efendi. (mtr/ drs)
 
 
 
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Eng. Agus Haryono
Diakses : 266