Penyelesaian Pencemaran Sungai dan Danau di DKI Jakarta Perlu Pendekatan Holistik

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Kondisi sungai dan danau di DKI Jakarta yang kotor dan tidak sehat tentu menjadi kekhawatiran semua masyarakat Jakarta. Ditambah lagi, kondisi geologis Jakarta yang terdiri dari endapan gunung api di Selatan dan endapan alluvial laut di Utara mengakibatkan kondisi badan air yang saling berhubungan.
 
Air tanah di Jakarta memiliki hubungan dengan 13 sungai yang ada, serta 55 danau serta waduk terhubung dengan seluruh sistem sungai di wilayah tersebut. “Konsekuensinya adalah sungai, danau dan waduk yang tercemar akan mencemari seluruh sistem air di Jakarta. Bahaya pencemaran ini jika tidak segera diantisipasi akan menjadi bencana bagi wilayah itu sendiri,” ujar Anto Tri Sugiarto, Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI dalam kegiatan Media Briefing “Hari Air Sedunia Tahun 2018” di LIPI Pusat Jakarta, Kamis (22/3/2018).
 
Sebagai solusi atas kondisi pencemaran ini, Anto menyarankan agar permasalahan tersebut diatasi dengan pendekatan yang holistik atau menyeluruh. Tidak hanya selesai dengan satu hasil riset saja, tapi harus terintegrasi semuanya. “Penyelesaiannya harus dari aspek teknologi biologi, fisika, dan kimia secara konvensional maupun proses yang canggih,” ungkapnya.
 
Menurut Anto, LIPI telah melakukan riset untuk pengelolaan sungai serta danau dan mengatasi beragam pencemaran air dengan pendekatan menyeluruh. Secara spesifik, LIPI menawarkan solusi-solusi untuk upaya pemulihan danau dan sungai dengan intervensi teknologi. Salah satunya yaitu teknologi integrated floating wetland.
 
Selain itu, LIPI juga memiliki Teknologi Nanobubble untuk pengolahan air limbah agar tidak mencemari sungai dan danau. Kemudian, lembaga penelitian ini juga mempunyai integrated water management untuk pengelolaan air tanah, danau dan sungai yang bisa dimanfaatkan sebagai solusi pengelolaan sungai dan danau yang saling berhubungan.


 
Rachmat Fajar Lubis, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI menambahkan, bila teknologi-teknologi LIPI dan manajemen pengelolaan dari LIPI tersebut diterapkan di DKI Jakarta, maka secara perlahan persoalan pencemaran air, sungai, danau dan waduk bisa teratasi. Dan ibukota ini akan menjadi contoh bagi wilayah-wilayah lainnya dalam mengatasi pencemaran dengan baik dan benar.
 
“Hujuan, sungai, danau dan air tanah adalah satu kesatuan sistem tata air yang tidak terpisahkan. Jadi, kalau salah satu tercemar, berarti ancaman untuk semuanya dan harus segera diselesaikan dan salah satunya lewat pendekatan teknologi yang terintegrasi,” tutupnya. (dnh,pwd)

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Anto Tri Sugiarto M.Eng