Peringati Hari Bumi, LIPI Lakukan Konservasi Keanekaragaman Tumbuhan Area Tambang

 
 
Pasuruan, Humas LIPI. Sektor Pertambangan berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia dengan menyumbang 10 persen Produk Domestik Bruto nasional. Namun sektor pertambangan seringkali mendapatkan citra yang buruk karena dampak negatifnya terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi pada 22 April lalu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui  Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi melakukan upaya pelestarian keanekaragaman tumbuhan dan perbaikan lingkungan di area pertambangan batubara di area tambang milik PT Indo Tambangraya Megah di Kalimantan Timur.

“Kompetensi spesifik peneliti LIPI di bidang konservasi tumbuhan dan rehabilitasi kawasan terdegradasi dimanfaatkan untuk memberikan rekomendasi kebijakan melalui kegiatan penelitian dan upaya-upaya teknis pelestarian dan perbaikan lingkungan pertambangan,” ujar Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi (KRP) LIPI, Deden Mudiana di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis (26/4) lalu.

Kerjasama dengan PT Indo Tambangraya Megah diinisasi sejak tahun 2010. “Ruang lingkup dari kerjasama ini meliputi eksplorasi dan koleksi tumbuhan pada lahan pra tambang, studi ekologi kawasan reklamasi paska tambang, serta monitoring dan evaluasi area konservasi dan kawasan reklamasi paska tambang,” terang Deden.



Dirinya menjelaskan, dari kegiatan kerjasama ini dihasilkan spesimen tumbuhan untuk dikoleksi secara ex-situ di Kebun Raya Purwodadi, bibit tanaman lokal untuk pengkayaan di kawasan reklamasi dan konservasi, publikasi ilmiah dan populer serta diseminasi tentang pelestarian diversitas tumbuhan dan perbaikan lingkungan kegiatan pertambangan.

Hingga tahun 2018, total material tumbuhan yang telah diperoleh dari kegiatan kerjasama ini sebanyak 1646 nomor. Sejumlah 149 nomor berhasil beradaptasi dan telah ditanam di KRP sebagai tanaman koleksi, dimana 6 spesies diantaranya termasuk dalam kategori IUCN Red List. Jumlah tanaman koleksi yang diperoleh dari kerjasama ini telah menyumbang sebanyak 2,5% dari total koleksi tanaman KRP.

Ignatius Wurwanto dari PT Indo Tambangraya Megah menyampaikan bahwa pihaknya sangat memberikan perhatian terkait konsep keanekaragaman hayati dalam upaya memperbaiki lingkungan pertambangan, lebih dari kepatuhan yang diwajibkan. “Kami tidak memiliki kompetensi terkait hal tersebut, maka kami perlu bekerjasama dengan menggandeng LIPI. Harapannya kerjasama ini dapat terus berlanjut demi berhasilnya perbaikan lingkungan pertambangan untuk generasi mendatang,” tutupnya. (kr purwodadi/ed: fza)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Deden Mudiana S.Hut., M.Si.