Populasi Jenis Kupu-kupu Menurun

 
 

Populasi kupu-kupu di seluruh dunia dunia, khususnya Indonesia, cenderung enurun seiring dengan semakin berkurangnya kawasan hutan. Karena itu, untuk mengetahui kondisi populasi kupu-kupu di Indonesia, Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) segera melakukan inventarisasi dan pendataan.

"Sehingga, bisa diketahui kupu-kupu jenis apa yang telah langka dan perlu dilindungi. Bahkan, bisa diketahui kupu-kupu jenis apa yang telah punah, " kata Peggie Djunianti, MSc, Phd, peneliti bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, di Cibinong, Kabupaten Bogor Jumat silam.

Peggie Djunianti mengungkapkan, dari sekitar 1.600 jenis kupu-kupu di seluruh dunia, ada sekitar 96 jenis kupu-kupu hidup di KRB. Beberapa jenis kupu-kupu yang langka dan dilindungi oleh pemerintah antara lain, dari genus Ornithoptera (kupu-kupu sayap burung), Troides (kupu-kupu raja), Trogonoptera (kupu-kupu rajah brooke), serta Chetosiamyrina (kupu-kupu sayap renda Sulawesi). Beberapa spesies ornithoptera, menurut dia, antara lain, Ornithoptera goliath yang hidup di hutan Papua. Kupu-kupu raksasa berukuran sekitar 13 hingga 15 sentimeter ini adalah kupu terbesar di Indonesia dan nomor dua terbesar di dunia.

Kupu-kupu terbesar di dunia adalah spesies Ornithoptera alexandra yang berukuran agak besar sekidit dari Ornithoptera goliath dan hidup di hutan Papua Nugini. "Kupu-kupu raksasa ini adalah salah stau spesies kupu-kupu langka yang dilindungi, " katanya. Bahkan, ada spesies kupu-kupu yang sudah punah yakni, Papilia lamsacus. Berdasarkan data inventarisasi terbaru, kupu-kupu spesies ini diinventarisasi tahun 1949 oleh peneliti bangsa Belanda, MA Lieftinck. Peneliti menemukan kupu-kupu jenis ini hidup di kawasan Bogor, Sukabumi, dan Bandung.

Menurut dia, kupu-kupu langka perlu dilindungi, karena ada kolektor kupu-kupu terutama dari luar negeri yang berani membeli dengan harga mahal. Karena itu menurut dia masyarakat perlu diingatkan untuk memelihara kelestarian kupu-kupu demi keseimbangan dan keanekaragaman alam. ant

Sumber : Republika (27 Nopember 2006)

Diakses : 8593