Prediksi Perekonomian Indonesia di Tahun Politik

 
 
Jakarta, Humas LIPI.  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh cukup optimis dibanding tahun 2018 dengan asumsi ketidakpastian global membaik dan tensi politik dengan terkendalinya pesta demokrasi. “Pemilu diprediksi dapat memberikan implikasi kebijakan seperti tendensi kuatnya kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Selain itu, disaat bersamaan juga kebijakan keamanan untuk menjaga stabilitas politik untuk mensukseskan pesta politik nasional,” jelas Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho.
 
Agus, menjelaskan pencapaian stabilitas ekonomi menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini karena perekonomian Indonesia sangat terkait secara intensif dengan perekonomian global. “Kuatnya keterkaitan global dalam perekonomian, perubahan lansekap perdagangan global dan pergerakan modal serta keuangan dapat memberikan goncangan terhadap perekonomian domestik,” tegas Agus.
 
Lebih lanjut dirinya menyarankan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata berdasarkan empat pilar yakni infrastruktur, sumber daya manusia, keuangan dan tata kelola sebagai salah satu alternatif memperkuat stabilitas, daya saing dan inklusifitas ekonomi nasional.
 “KEK dapat memberikan insentif baru untuk mendorong aliran investasi asing yang semakin menurun, menyeimbangkan neraca perdagangan dengan mendorong ekspor barang dan jasa, serta semakin memperluas lapangan kerja,” ungkap Agus.
 
Menurutnya,  KEK dibentuk untuk membuat lingkungan kondusif bagi akitivitas investasi, ekspor, dan perdagangan guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta sebagai katalis reformasi ekonomi. “Ide ini diinspirasi dari keberhasilan beberapa negara yang lebih dulu mengadopsinya, seperti Tiongkok dan India. Data-data empiris melukiskan bahwa KEK di negara tersebut mampu menarik para investor berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Agus. (rdn/ed: fza)
kan lapangan kerja,” pungkas Agus. (rdn/ed: fza)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Agus Eko Nugroho S.E.M.Appl.Econ.