Profesor Riset LIPI Tawarkan Solusi Mengurangi Kerusakan pada PLTG dan PLTU

 
 
Serpong, Humas LIPI. Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Efendi, dilantik sebagai Profesor Riset pada acara Pengukuhan Profesor Riset hari Selasa (27/7). Peneliti bidang kepakaran metalurgi dan material ini dilantik bersama ketiga peneliti lainnya, yakni Rudi Subagja (Pusat Penelitian Metalurgi dan Material), Sensus Wijonarko (Pusat Penelitian Fisika), dan Danny Hilman Natawidjaja (Pusat Penelitian Geoteknologi). Kegiatan ini ini merupakan Pengukuhan Profesor Riset yang ke-151, 152, 153, dan 154 di lingkungan LIPI dan Profesor Riset ke-604, 605, 606, 607 di lingkup nasional.
 
Pada naskah orasinya yang berjudul “Desain Paduan Logam untuk Komponen Turbin Pembangkit Listrik”, peneliti bidang metalurgi dan material tersebut memaparkan tentang desain paduan logam yang telah ia kembangkan, yaitu untuk komponen turbin pembangkit listrik. “Pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil, turbin merupakan bagian yang paling penting yang berfungsi mengubah energi kinetik gas panas atau uap air menjadi energi mekanik yang memutar generator untuk menghasilkan listrik,” terangnya.
 
Ia berharap desain paduan logam dapat memberikan solusi untuk meminimalkan tingkat kerusakan dan meningkatkan umur pakai sudu turbin pada Pembangkit Listik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia
 
Efendi menjelaskan bahwa turbin gas dan turbin uap beroperasi pada kondisi yang ekstrem, dengan beban mekanik tinggi dan lingkungan suhu tinggi yang korosif. Hal ini menyebabkan terjadinya kegagalan pada sistem turbin, terutama pada komponen sudu turbin yang merupakan komponen paling kritikal seperti deformasi creep, kelelahan logam (fatigue), korosi panas (hot corrosion), dan pemanasan berlebih (overheating). ”Oleh karena itu, desain paduan-super berbasis nikel generasi baru dan baja tahan karat modifikasi dilakukan untuk mengurangi kerusakan dan meningkatkan umur pakai sudu turbin gas dan turbin uap,” terangnya.
 
Dalam pengembangan paduan logam untuk sudu turbin gas, Efendi telah mendesain komposisi kimia dan struktur mikro untuk paduan-super berbasis nikel kristal tunggal generasi baru berdasarkan interaksi unsur-unsur paduan pada suhu tinggi. “Paduan-super generasi baru ini dicirikan oleh kandungan unsur refraktori yang tinggi untuk meningkatkan kekuatan creep dan kandungan unsur yang menekan presipitasi fasa yang merusak pada suhu tinggi,” jelasnya.
 
Sedangkan untuk paduan logam untuk sudu turbin uap, Efendi melakukan desain baja tahan karat martensitik dan baja tahan karat austenitik, baik dari sisi komposisi kimia maupun perlakuan panasnya. “Desain ini menghasilkan baja tahan karat martensitik dengan komposisi modifikasi yang memiliki kekuatan mekanik, ketahanan abrasi, dan ketahanan korosi sumuran yang lebih baik dari baja tahan karat martensitik standar 410,” ungkap Efendi.
 
Tahapan hilirisasi selanjutnya yang perlu dilakukan, menurut Efendi adalah uji aplikasi produk pada lingkungan yang sebenarnya. Uji aplikasi dilakukan dengan pemasangan prototipe sudu turbin pada sistem turbin yang sebenarnya bekerja sama dengan industri. “Keberpihakan pemerintah sangat diperlukan dalam bentuk kebijakan dan regulasi penggunaan produk dalam negeri, kemudahan proses standarisasi dan sertifikasi produk baru serta insentif pajak bagi industri yang menggunakan produk dalam negeri,” ucap Efendi. (whp/ ed. adl, drs)
 
 
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Efendi S.T., M.T.
Diakses : 299