Resmi Pimpin LIPI, Laksana Tri Handoko Targetkan Tiga Program Prioritas

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir resmi melantik peneliti fisika berprestasi Indonesia, Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggantikan Plt. Kepala LIPI, Bambang Subiyanto pada Kamis (31/5/2018) sore, di Auditorium Utama LIPI Pusat Jakarta.
 
Handoko, panggilan akrab Laksana Tri Handoko, menjadi Kepala LIPI yang baru setelah melewati proses panjang seleksi terbuka jabatan Kepala LIPI hingga dilantik saat ini. Selepas resmi menjabat Kepala LIPI, apa saja program prioritas yang akan Handoko segera lakukan?
 
Kepada rekan media massa seusai pelantikan, Handoko mengatakan, setidaknya ada tiga program prioritas yang perlu dilaksanakan LIPI. Pertama, melanjutkan pembenahan manajemen riset di internal LIPI mengikuti norma dan standar global.
 
Kedua, mempercepat peningkatan kapasitas dan kompetensi riset melalui peningkatan kualifikasi sumber daya manusia (SDM), perekrutan diaspora secara masif dan kolaborasi dengan mitra dari dalam dan luar negeri.
 
Dan ketiga, meningkatkan peran LIPI sebagai penyedia infrastruktur (SDM dan perangkat keras/lunak) riset nasional, dan hub (tempat/wadah) kolaborasi untuk aktifitas kreatif berbasis iptek yang terbuka bagi semua kalangan (akademisi, mahasiswa, dan industri).


 
Lebih lanjut, Handoko memerinci, LIPI sekarang sedang mengubah proses internal organisasi. “Ini pertama yang harus saya selesaikan. Kemudian manajemen riset di internal LIPI, supaya sesuai standar global. Setelah itu kita akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia termasuk rekrutmen dispora dan meningkatkan kolaborasi dengan semua mitra. Membuka semua infrastruktur di LIPI supaya bisa dipakai semua orang. Sehingga bisa terjalin kolaborasi secara alami," paparnya.
 
Sedangkan untuk reorganisasi LIPI, Handoko mempunyai target agar bisa rampung sebelum Agustus 2018. “Sementara untuk rekrutmen diaspora, sebenarnya sudah mulai tiga tahun lalu dan banyak diaspora yang dibiayai sekolah di luar negeri, sebagian dengan beasiswa dari luar. Namun, tidak ada tempat (bagi diaspora) untuk kembali. Saya pikir LIPI bukan satu-satunya, tetapi salah satu tempat untuk mereka bisa berkiprah di bidangnya," ujarnya.
 
Terkait era revolusi industri 4.0, Handoko melihat bahwa infrastruktur riset harus bisa dipakai semua orang. Tidak hanya orang LIPI saja, tetapi ada interaksi dengan akademisi, kampus, mahasiswa, dan industri yang lebih bagus. “Intinya kalau menggunakan teknologi perlu kolaborasi untuk bisa berkompetisi. Sebab, kita masih terbatas jumlah orang dan fasilitasnya,” tuturnya.
 
Dia menekankan bahwa kebaruan riset harus global dan tidak bisa dilakukan sendirian. Riset harus melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, Handoko bertekad membuat fasilitas riset dapat digunakan bagi semua orang, utamanya untuk mendorong kompetisi riset yang ada di Indonesia.



Pesan Menristekdikti

Sementara itu, Menristekdikti RI, Mohamad Nasir saat sambutan pelantikan berharap, pelantikan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala LIPI akan membawa LIPI ke arah perubahan yang lebih baik dan memajukan ipek Indonesia. “Apalagi, kita sekarang menghadapi era revolusi industri 4.0, maka ini merupakan tantangan berat bagi Kepala LIPI yang baru,” tegasnya.
 
Untuk itu, Menteri Nasir selalu mendorong Kepala LIPI bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kualitas penelitian di LIPI dan Indonesia. Selain itu, dia mengingatkan agar LIPI dapat menjaga kepercayaan publik untuk menjadi lembaga yang mempunyai marwah demi meningkatkan kualitas pengetahuan yang ada di Indonesia, baik dari bidang sains dan teknologi serta bidang sains dan sosial.
 
Menristekdikti pun berpesan pula kepada Handoko agar menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. “Hal ini akan menjadi tuntutan utama yang harus dilakukan, seperti transparancy, awareness, accountability, dan tanggung jawab,” tekan Nasir.
 
Di sisi lain, Menteri Nasir mengingatkan agar keberhasilan program yang telah dijalankan oleh Kepala LIPI sebelumnya supaya dilanjutkan lagi. “Saya mengucapkan terima kasih pula bagi Plt Kepala LIPI Pak Bambang, yang menggantikan almarhum Pak Iskandar Zulkarnain. Jasa-jasa mereka sebagai pendahulu semoga mendapat limpahan pahala Allah SWT dan perlu terus diikuti,” ucapnya.
 
Sementara Plt. Kepala LIPI sebelumnya, Bambang Subiyanto mengucapkan rasa syukur dan selamat atas terpilihnya Kepala LIPI yang baru dan berterima kasih atas apresiasi dari Menristekdikti. “Saya berharap Pak Handoko ke depan mampu membawa LIPI dan iptek di Indonesia menjadi lebih maju lagi. Sebab, menjadi Kepala LIPI haruslah orang yang visioner dan mampu menempatkan iptek menjadi bagian penting dari negeri ini,” tutup Bambang. (pwd)
 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.