Semester I, Prioritas Nasional LIPI bidang IPT Fokus pada Kesehatan

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Biro Perencanaan dan Keuangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan acara Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Prioritas Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Semester 1 Tahun 2021, pada Kamis (22/7) secara virtual. Acara ini bertujuan untuk membahas kegiatan Prioritas Nasional (PN) berbagai satuan kerja di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI.

Pelaksana harian Kepala LIPI, Agus Haryono, menyampaikan bahwa dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) nantinya akan ada suatu kegiatan PN yang dapat dikerjakan oleh siapa pun di negeri ini. “Bagi yang memiliki minat dari suatu topik kegiatan PN, bisa kontribusi nyata, apa pun kompetensinya. Dengan demikian kerja sama lintas ilmu ini bisa lebih nyata, tumpang tindih antar riset akan hilang dengan sendirinya,” terangnya.

Dalam arahannya, Agus menjelaskan di dalam Perpres nomor 33 tahun 2021, dinyatakan bahwa LIPI akan berkonsolidasi di dalam BRIN. “Pada pembahasannya, tahun ini rencana konsolidasi itu akan berlangsung. Namun Kepala BRIN menyatakan bahwa sampai akhir tahun Desember 2021, kegiatan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tetap akan berlangsung,” urainya.
“Oleh karena itu kegiatan monitoring dan evaluasi semester 1 ini sangat penting bagi kami. Untuk bisa menuntaskan secara paripurna semua kegiatan PN di LIPI sebelum berkonsolidasi dalam BRIN pada awal tahun 2022,” imbuh Deputi IPT LIPI tersebut.
Agus berpesan meskipun masih dalam kondisi pandemi, semoga LIPI tetap dapat menjalankan amanat yang telah diberikan. “Terima kasih atas kontribusi reviewer, peneliti, dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga bisa berjalan lancar hingga akhir nanti 31 Juli 2021,” harap Agus.

Pelaksana tugas Kepala BPK LIPI, Prakoso Bhairawa Putera, menyampaikan bahwa acara monitoring dan evaluasi selama ini sudah rutin LIPI lakukan. “Kegiatan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana progres kegiatan prioritas nasional yang LIPI jalankan. Dari beberapa kegiatan PN yang tengah LIPI jalankan, merupakan kegiatan yang lanjutan dari tahun lalu dan ada juga kegiatan yang baru,” jelasnya.

Dirinya berharap agar civitas LIPI dapat memahami semua persoalan kegiatan PN, dengan melihat apa yang telah direncanakan sejak awal dan apa yang akan dilakukan di masa mendatang hingga dengan akhir Desember 2021. “Tantangan terbesar adalah banyaknya aktivitas yang harus mengalami penyesuaian atau perubahan terkait dengan situasi pandemi, juga beberapa kebijakan secara keuangan dari kementerian keuangan,” ungkap Prakoso. “Pada dasarnya, kegiatan PN yang dilakukan di LIPI tetap berpijak pada pola pikir dan  rencana awal yang masih bisa dapat kita lakukan sampai dengan Desember,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir para koordinator program dari Pusat Penelitian (P2) Tenaga Listrik dan Mekatronik, P2 Elektronika dan Telekomunikasi, P2 Informatika, P2 Fisika, P2 Kimia, dan P2 Metalurgi dan Material. Riset dan inovasi yang dikembangkan antara lain terkait alat kesehatan, mobil listrik, farmasi, dan baterai litium. Hadir sebagai pembahas (reviewer) dalam kegiatan ini dari Kementerian Perencanaan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Inspektorat LIPI.
Koordinator program P2 Metalurgi dan Material, M. Ikhlasul Amal, menyampaikan kegiatan yang berjudul Perkembangan Alat Kesehatan dengan satuan kerja Kedeputian IPT. Kegiatan di satuan kerjanya berupaya menyinkronkan dengan yang dilakukan di departemen kesehatan. “Secara umum adalah untuk meningkatkan sumber daya kesehatan dengan sasaran strategis berupa meningkatkan kemandirian dalam farmasi dan dalam alat kesehatan,” terangnya.

Amal berharap LIPI dapat mandiri, menghasilkan temuan-temuan yang dapat dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat terutama kesehatan. “Harapannya dengan kondisi sekarang, kita mesti melihat lagi target-target yang bisa kita capai , karena kalau mau dipaksakan hasil keluarannya jadi tak sesuai,” ungkapnya.

“Kami beruntung ada Pusat Penelitian Informatika yang proaktif mengejar, mendata, bahkan menjaring untuk temuan apa, hasil pengembangan apa, yang sudah bisa diseminasikan dan dikerjasamakan dengan pihak industri,” jelas Amal. “Ada dua kegiatan LIPI yang sudah mempunyai mitra industri, yang satu bahkan di awal pengembangan sudah menggandeng start-up,” imbuhnya.  

Menurut Amal, terkait persetujuan di regulasi, uji klinis, stadardisasi, dan sebagainya itu tidak sebentar. “Ketika ada inovasi baru, maka diadakan standar regulasi yang baru lagi. Kami melibatkan tidak hanya pihak industri dalam komersialisasi, juga penggunanya seperti rumah sakit dan kedokteran yang akan mengawal dalam spesifikasi yang dibutuhkan di lapangan,” tuturnya.

Sementara itu, pembahas menyampaikan agar peneliti dan pihak eksternal dapat bersama-sama mengembangkan dan menggunakan pola berbagi sumber daya. Disebabkan karena adanya persoalan terkait pandemi, pembatasan aktivitas, dan terjadi alokasi anggaran. “Misalnya agar eksternal memberikan fasilitas pembiayaan yang sifatnya penggunaan fasilitas di tempat mereka. Selain fokus pada pengembangan di laboratorium, LIPI juga perlu bisa meyakinkan pihak eksternal untuk bersama-sama berbagi peran dalam pengembangan alat kesehatan ini,” pesan salah satu reviewer.

Sebagai informasi, Monitoring dan Evaluasi Prioritas Nasional (PN) di LIPI periode Semester 1 2021 tersebut dilakukan di 10 unit kerja LIPI, yaitu Kedeputian bidang Ilmu Pengetahuan Teknik; Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI); Balai Media dan Reproduksi (BMR); Kedeputian bidang Jasa Ilmiah; Kedeptian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati; Kedeputian bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan; Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan; Kedeputian bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian; Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan Kebun Raya; serta Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek. Rangkaian monitoring dan evaluasi tersebut diselenggarakan pada 22-30 Juli 2021. (nu, hrd, adl)


Sivitas Terkait : Dr. Eng. Agus Haryono
Diakses : 342