300 Peneliti Ikut Festival Sains dan Teknologi di Bandung

 
 
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekitar 300 orang peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang teknik berkumpul di Bandung, Jawa Barat pada 5 hingga 7 Oktober 2015.

Mereka, bertemu dalam kegiatan Science dan Technology Festival 2015. Yakni, sebuah ajang pertemuan ilmiah untuk saling bertukar pengalaman dan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan teknik.

Menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Laksana Tri Handoko, dalam ajang Science and Technology Festival tersebut, digelar berbagai macam kegiatan.

Seperti, konferensi internasional, pameran produk riset, pertemuan bisnis, dan sejumlah kunjungan.

Science and Technology Festival, kata dia, merupakan kegiatan enam konferensi internasional bidang ilmu pengetahuan teknik yang dilakukan secara pararel dengan ruang lingkup atau bidang kompetensi yang berbeda-beda. Yakni, Fisika, Elektronika, Kimia, Telekomunikasi, Radar, Mekatronika dan Teknologi Tepat Guna.

Tahun sebelumnya, kegiatan seminar diselenggarakan oleh masing-masing satuan kerja di Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. "Sekarang, seminar kami gabung dalam satu rangkaian kegiatan yang disebut Science & Technology Festival, kata Handoko.

Menurut Handoko, keenam konferensi internasional yang dilaksanakan secara bersamaan tersebut adalah, The 3rd International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA 2015), The 3rd International Conference of Innovative Science and Applied Chemistry (ISAC 2015), The International Symposium on Frontier of Applied Physics (ISFAP 2015), The International Conference on Appropriate Technology Development (ICATDev 2015), The 2015 International Conference on Computer, Control, Informatics & It s Applications (IC3INA 2015); dan The 2015 International Conference on Radar, Antenna, Microwave, Electronics &Telecommunications (ICRAMET 2015).

Sementara menurut Ketua Panitia Science and Technology Festival 2015, Dr Eng Nino Rinaldi, penyelenggaraan kegiatan Science & Technology Festival sendiri selain dilaksanakan oleh LIPI juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Output yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah, bertambahnya informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan teknik terkini, terciptanya kolaborasi/kerjasama riset dengan peneliti atau akademisi dari negara lain.

Menurut Nino, kegiatan Science and Technology Festival ini baru pertama kali dilakukan pada tahun ini. Nantinya rencananya, akan dilakukan setiap tahun.

Festival ini akan dibuka oleh Kepala LIPI dan dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai negara Asia, Australia bahkan Eropa yang sebagian besar merupakan peneliti dan akademisi.
Sumber : Republika.co.id, 5 Oktober 2015

Sivitas Terkait : Laksana Tri Handoko

Diakses : 1706