36 Karya Juarai Kompetisi Ilmiah LIPI

 
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi karya ilmiah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menjaring 36 karya ilmiah terbaik dari 1.833 karya ilmiah yang mengikuti lomba. Sebanyak 36 karya ilmiah tersebut berasal dari peserta tingkat SMP, SMA, guru (SD/SMP/SMA), dan mahasiswa.

Dalam kompetisi ini, para peserta dibagi dalam empat kelompok, yaitu Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG), Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI), dan National Young Inventor Awards (NYIA). Masing-masing kelompok terdiri dari beberapa kategori, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK). Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan teknologi.

Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI, Bogie Soedjatmiko Eko mengatakan, kompetisi ini digelar secara rutin dengan tujuan untuk memacu inovasi iptek yang bermanfaat dalam kemajuan bangsa.

"Tujuan utamanya adalah agar Indonesia menjadi negara maju dan mampu bersaing dikancah dunia, karena sebenarnya sumber daya manusia kita tidak kalah dengan bangsa lain, " kata Bogie, Selasa (4/10/2011) malam, di Gedung Graha Widya LIPI, Jakarta.

Menurutnya, dengan banyaknya kompetisi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang difasilitasi oleh institusi penelitian dan pendidikan formal akan meningkatkan kemakmuran bangsa. Sebab, capaian negara-negara yang maju di bidang iptek dikarenakan adanya pembinaan yang dilakukan sejak dini, berkelanjutan, dengan afiliasi melalui institusi penelitian dan pendidikan formal.

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah sebesar Rp 12 juta untuk juara pertama. Rp 10 juta untuk juara kedua, dan Rp 8 juta untuk juara ketiga. Hadiah untuk tiga kompetisi (LKIR, LKIG, dan PPRI) mendapatkan hadiah yang sama. Khusus untuk NYIA, juara pertama mendapatkan uang tunai sebesar Rp 8 juta, juara kedua Rp 6 juta, dan juara ketiga sebesar Rp 4 juta.

"Kami bangga dengan 36 karya ilmiah yang menjadi pemenang dalam empat kompetisi yang tentunya kami harap dapat memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa, " katanya.

Kompas.com
Rabu, 5 Oktober 2011

Diakses : 2002