5 Karya Invensi Pelajar Indonesia Menangi Kompetisi Ilmiah di Malaysia

 
 
(Malaysia, 12 Mei 2013 Humas LIPI). Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di ajang kompetisi dunia, yaitu International Exhibition of Young Inventor (IEYI) Ke-9 di Kuala Lumpur, Malaysia pada 9 11 Mei 2013. Kompetisi tersebut pada tahun ini diikuti oleh sembilan negara yang menampilkan 64 invensi karya remaja berusia 6 hingga 19 tahun.

Dalam ajang yang bergengsi ini, lima invensi pelajar Indonesia berhasil menyabet tiga medali emas dan dua perak. Invensi yang meraih medali emas yakni Detektor Telur Busuk karya dari Wisnu (SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah) dalam kategori Food and Agriculture. Lalu, Tundershot Filter (Turbin Undershot) Penyaring Sampah karya dari kelompok pelajar yang terdiri dari Nurina Zahra Rahmati, Tri Ayu Lestari, dan Elizabeth Widya Nidianita (SMAN 6 Yogyakarta) dalam kategori Green Technology. Dan, Sepatu Anti Kekerasan Seksual karya dari Hibar Syahrul Gafur (SMPN 1 Bogor Jawa Barat) dalam kategori Safety and Health.

Sementara itu, pemenang yang meraih medali perak ialah invensi dengan judul Bra Penampung Asi karya dari Devika Asmi Pandanwangi (SMAN 6 Yogyakarta) dalam kategori Technology for Special Needs. Peraih perak lainnya yaitu Canting Batik Otomatis karya dari Safira Dwi Tyas Putri (Sampoerna Academy Kampus Bogor Jawa Barat) dalam kategori Green Technology.

Tidak hanya emas dan perak, dua orang pelajar juga mendapat penghargaan Special Award . Mereka adalah Devika Asmi Pandanwangi untuk kategori Technology for Special Need dan Wisnu mendapatkan piala Best Invention IEYI 2013 untuk Kategori Food and Agriculture.

Yusuar Harun, Ketua Rombongan Tim Indonesia menyampaikan bahwa kriteria penjurian dalam ajang IEYI Ke-9 meliputi beberapa aspek, antara lain kreativitas invensi, pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari dan desain invensi. Sedangkan, kategori invensi yang diperlombakan sebanyak enam yang terdiri dari Disaster Management, Education and Recreation, Foods and Agriculture, Safety and Health, Green Technology serta Technology for Special Needs. Untuk tahun ini, Indonesia unggul di kategori Food and Agriculture, Safety and Health serta Green Technology imbuhnya.

Ia menjelaskan, IEYI 2013 kali ini bersamaan dengan penyelenggaraan 24th International Invention, Innovation and Technological Exhibition (ITEX) dengan peserta sekitar 20 negara. Sebanyak 200 invensi yang siap dikomersialisasikan ke industri tampil dalam perhelatan ITEX. Lebih dari 10.000 pengunjung membanjiri eksibisi inovasi selama empat hari di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia itu. Yang menarik, eksibisi ini berhasil menjadi ajang bagi industri untuk menginvestasikan modal bagi karya invensi dan inovasi teknologi dari berbagai negara.

Hasil Kompetisi LIPI

Sebagai informasi, kelima karya para pelajar Indonesia yang tampil di ajang IEYI adalah para pemenang lomba National Young Inventor Award (NYIA) 2012. Kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang lomba nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pengiriman pelajar berprestasi ini adalah program tahunan untuk membina, mengembangkan bakat dan kemampuan ilmiah para pelajar itu.

Dr. Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono, Kepala Biro Kerja sama dan Pemasyarakatan Iptek (BKPI) LIPI menjelaskan bahwa kemenangan di ajang nasional maupun internasional baru merupakan langkah awal bagi para pelajar tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Langkah awal itu harus diikuti dengan langkah-langkah selanjutnya agar invensi mereka bisa berlanjut kepada penelitian mendalam sehingga dapat dimanfaatkan di masa yang akan datang.

Kemenangan mereka akan menjadi pendorong semangat bagi pelajar lainnya agar semakin meningkatkan inovasi dan kreativitas. Hal itu akan sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa ke depan, tandasnya.

Menuju IEYI 2014

Penyelenggaraan IEYI Ke-9 saat ini terasa sangat membatasi jumlah peserta yang dikirim. Hal seperti ini diharapkan tidak terjadi pada penyelenggaraan IEYI 2014 yang rencananya berada di Indonesia.

Nur Tri Aries S, Kepala Bagian Humas LIPI yang turut dalam pertemuan Board Meeting IEYI Ke-9 menjelaskan, Indonesia melalui LIPI telah dipercaya menjadi tuan rumah IEYI Ke-10 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tahun depan. Kami berharap ajang ini menjadi perhelatan terbesar yang pernah diadakan dengan memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk menampilkan karya terbaik invensi mereka. Dan, tentunya kita harus siap berkompetisi dengan pelajar negara lain pula, tandas dia.

Ditambahkannya, LIPI akan mengundang pelajar sekolah dari SD, SMP dan SMA di Indonesia untuk mempersiapkan diri mengikuti ajang bergengsi tersebut, sehingga akan semakin meningkatkan budaya kreatifitas ilmiah generasi muda di tengah gempuran ajang-ajang kreatifitas lainnya. (nta/pwd)
Sumber : Humas LIPI

Diakses : 3715