Anggaran Iptek RI di Bawah Standar PBB

 
 
JAKARTA -Anggaran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia hanya sebesar 0,08 persen dari produk domestik bruto (PDB). Padahal, Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Budaya (Unesco) mengamanatkan anggaran sektor ini sebesar 2 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan, semestinya untuk Indonesia, 2 persen PDB 2014 berarti lebih dari Rp200 triliun. Namun, yang tersedia saat ini kurang lebih sekitar RplO triliun.

"Tentu merupakan kesenjangan yang sangat besar an tara kondisi ideal dan apa yang terjadi saat ini, " katanya saat membuka Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) XI di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta kemarin.

Untuk mengejar standar anggaran tersebut, anggaran riset dan teknologi digabungkan dengan pendidikan tinggi. Penggabungan itu untuk memacu perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Dampaknya agar karya-karya yang dihasilkan perguruan tinggi tidak terbuang jadi arsip, melainkan dapat diimplementasikan untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu, alokasi anggaran riset juga akan bisa ditopang oleh anggaran pendidikan tinggi dan kedua sektor dapat berjalan dengan sinergi.

Menurut Laporan World Economic Forum (WEF), Indeks Kompetitif Global Indonesia pada 2014/2015 berada di peringkat ke-34 atau naik dibandingkan 2013/2014 yang di peringkat ke-38. Dari 12 pilar daya saing global tersebut, Indonesia masih memiliki kelemahan dalam empat pilar yaitu infrastruktur, kesiapan teknologi, pendidikan tinggi, dan inovasi.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain menjelaskan, KIPNAS merupakan forum diskusi ilmuwan Indonesia untuk memajukan ilmu pengetahuan di Tanah Air serta perannya dalam.mem-bangun peradaban bangsa. Menurut dia, kongres kali ini menjadi wadah ilmuwan lintas bidang yakni ilmu pengetahuan alam dan maritim, ilmu pengetahuan teknis, ilmu pengetahuan sosial dan manusia, serta ilmu kesehatan dan obat un tuk bertemu.

"Penyelenggaraan KIPNAS XI ini digagas menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk terus memacu perkembangan ilmu pengetahuan di Tanah Air. Sekaligus mendorong kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pemecahan masalah bangsa, " katanya. neneng zubaidah
Sumber : Koran SIndo, edisi 9 September 2015. Hal: 5

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 1177