Anggaran Iptek Tak Banyak Berubah dalam Dua Tahun Terakhir

 
 
(Jakarta Humas LIPI). Anggaran pemerintah Indonesia untuk penelitian dan pengembangan tidak banyak berubah dalam dua tahun terakhir. Di tahun 2016 mendatang hanya akan naik menjadi 3,2 triliun dari sebelumnya 3 triliun, ujar Direktur Jenderal Anngaran Kementerian Keuangan Askolani, M.A di Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) XI di Auditorium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta , pada Jum at (9/10).

Askolani menjelaskan, anggaran tersebut masih harus didistribusikan ke banyak kementerian dan lembaga seperti LIPI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Antarariksa Nasional (LAPAN), dan lain-lain. Saat ini persentase anggaran untuk kegiatan iptek di Indonesia hanya berkisar 0,08 persen dari produk domestik bruto, terangnya.

Menurut Askolani, peningkatan anggaran iptek memang harus dilakukan. Namun tantangan yang kemudian kita hadapi adalah apakah kenaikan anggaran bisa memacu optimalnya fungsi iptek untuk pembangunan nasional, imbuhnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani saat membuka KIPNAS XI dan Indonesia Science Expo pada Kamis (8/10) kemarin juga mengatakan rasio anggaran iptek Indonesia sangat jauh dari standar United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organisation (UNESCO). "Kalau sesuai kriteria UNESCO, anggaran iptek kita harusnya Rp 200 triliun. Namun, kita baru Rp 10 triliun, " ujar Puan.

Sementara itu, Direktur Industri, Iptek, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. Ir. Mesdin Kornelis Simarmata, M.Sc mengatakan iptek sangat penting dalam menyokong pembangunan nasional. Selama ini, ekonomi Indonesia didominasi oleh ekonomi sumber daya alam). Kita hanya menikmati nilai tambah yang kecil, dan menggunakan hasil olahan dari luar dengan nilai tambah yang tinggi, ungkapnya.

Terlebih lagi, lanjut Mesdin, banyak yang terlena dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Indonesia memang negara megabiodiversity ,tetapi jika kekayaan itu hanya digunakan tanpa tau bagaimana cara mempertahankannya, kekayaan itu akan berkurang. Disinilah iptek harus berperan, pungkasnya. (msa)

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 2081