Atasi Sampah Plastik dengan Insinerator Ramah Lingkungan LIPI

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Tingkat konsumsi plastik masyarakat Indonesia yang mencapai 17 kg per kapita per tahun membuat limbah plastik amatlah mudah ditemui. Sayangnya, limbah-limbah plastik tersebut tidak dapat membusuk dengan sendirinya.
 
Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. “Sebagai alternatif solusi mengurangi sampah plastik, kami menciptakan insinerator plastik yang ramah lingkungan,” kata Edi Iswanto Wiloso, Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam sosialisasi hasil penelitian LIPI di Media Center LIPI Pusat Jakarta, Kamis (3/3) lalu.
 
Dengan menggunakan insinerator, sampah-sampah plastik akan dihancurkan menggunakan suhu yang sangat tinggi. “Insinerator ini memerlukan panas 1.000 derajat celcius sehingga sampah berubah menjadi CO2,” jelas Edi yang juga merupakan Ketua Life Cycle Assesment (LCA) Indonesia. 
 
Tidak hanya menggunakan suhu tinggi, insinerator ini juga dilengkapi dengan sistem scrabble yang menangkap gas beracun sehingga tidak terlepas ke udara. “Membakar plastik di lingkungan terbuka sangat berbahaya karena menyebabkan timbulnya gas dioxin dan furan yang dapat memicu kanker,” imbuh Edi.
 
Kini, LIPI sendiri telah menciptakan insinerator dalam bentuk yang bisa berpindah-pindah tempat sesuai dengan kebutuhan. “Pengolahan limbah plastik dengan menggunakan mobile insinerator dapat membantu untuk mengatasi permasalahan limbah plastik yang dikumpulkan pada beberapa tempat,” jelas Edi.
 
Dikatakannya, limbah plastik memang bersifat ringan, namun memiliki volume yang tinggi. Sehingga, limbah tersebut tidak akan selalu ekonomis untuk diolah secara terpusat, pungkas Edi. (msa/ed: pwd)

Sumber foto: pixabay.com

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Ir. Edi Iswanto Wiloso M.Sc.
Diakses : 3725