BANGUN KEBUN RAYA BALIKPAPAN, Pemkot Tandatangan MoU dengan LIPI

 
 
BALIKPAPAN Pemerintah Kota Balikpapan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) guna pembangunan Kebun Raya Balikpapan sebagai hutan penelitian, wisata, pendidikan lingkungan hidup dan konservasi.

Direktur Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BHPLSW), yang juga menjadi pengelola Kebun Raya Balikpapan, Purwanto mengatakan LIPI merupakan lembaga pemegang otoritas kebun raya di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah dan LIPI secara bersama-sama melakukan perencanaan konsep, sumber daya manusia, termasuk lobi anggaran kepada pemerintah pusat.

Karena masih ada beberapa fasum [fasilitas umum] yang perlu dilengkapi sebelum di-launching secara resmi, ujar Purwanto di sela-sela penandatanganan MoU tersebut, Kamis (10/1/2013).

Purwanto menyebutkan Kebun Raya Balikpapan memiliki karakteristik hutan hujan tropis yang menjadi ciri khas Kalimantan. Didalamnya terdapat ratusan vegetasi khas hutan hujan yang perlu untuk dilestarikan.

Dia menambahkan secara nasional, baru terdapat empat kebun raya nasional yakni Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Bali, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bogor. Adapun untuk kebun raya daerah jumlahnya sekitar 30 yang tersebar di seluruh provinsi.

Dalam penandatanganan Mou tersebut hadir Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Kepala LIPI Lukman Hakim, Wakil Kepala LIPI Jusman Sayuti serta Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Balikpapan Fachruddin Harami.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan kerja sama itu akan diperbarui setiap dua tahun sesuai dengan kesepakatan yang ada. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan saling menganggarkan dana guna membangun Kebun Raya Balikpapan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto mengungkapkan kebutuhan dana untuk pembangunan Kebun Raya Balikpapan diperkirakan mencapai Rp78 miliar.

Itu sesuai dengan masterplan yang pernah kami susun, katanya.

Pembangunan Kebun Raya Balikpapan mulai dilakukan sejak 7 tahun lalu. Pemkot Balikpapan telah mengucurkan dana untuk pembangunan fasilitas melalui APBD Kota Balikpapan sebesar Rp9 miliar selama 5 tahun. Adapun pendanaan melalui APBN sebesar Rp21,3 miliar juga selama 5 tahun.

Kucuran dana tersebut digunakan untuk sarana pendukung Kebun Raya Balikpapan seperti aula pertemuan, saluran air, infrastruktur jalan, embung, sumur dalam dan persemaian. Pembangunan Kebun Raya Balikpapan ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena anggaran yang diperlukan cukup besar dalam menjaga konservasi alam yang dimiliki kota Balikpapan itu.

Pelatihan Warga

Sementara itu, Purwanto menambahkan pihaknya akan menggelar pelatihan bagi warga yang tinggal di sekitar Kebun Raya Balikpapan sebelum peresmian dilakukan. Tujuannya, agar bisa memberikan informasi kepada pengunjung ketika kebun raya resmi dioperasikan.

Perlu melibatkan masyarakat juga sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di sana, ucapnya.

Purwanto berharap Kebun Raya Balikpapan dapat menjadi pusat konservasi lingkungan dengan melihat sektor lingkungan, sosial dan ekonomi. Luas Kebun Raya Balikpapan yang mencapai 309 hektare diharapkan bisa merealisasikan tujuan tersebut.

Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan kekayaan vegetasi yang dimiliki Kebun Raya Balikpapan bisa juga dimanfaatkan untuk penelitian ilmu pengetahuan, sesuai dengan tujuan pembentukannya.

Penelitian itu yang perlu ditekankan karena ciri khas vegetasi di hutan hujan tropis masih perlu untuk dikembangkan dalam rangka menjaga kelestarian tanaman tersebut. (ras/K46)
Sumber : Bisnis Indonesia (Online) - Jumat, 11 Januari 2013

Sivitas Terkait : Lukman Hakim

Diakses : 2047