BMKG-LIPI-NOAA Bangun Data Base Kelautan Lewat Ekspedisi Indonesia PRIMA 2017

 
 
Sabang, Humas LIPI. Ekspedisi Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis (PRIMA) 2017 telah berlangsung sekitar tiga pekan dari 20 Februari hingga singgah di Kota Sabang, Aceh pada 8-11 Maret 2017. Dari ekspedisi ini, tim peneliti yang terlibat telah menemukan beragam data hasil penelitian sementara guna membangun data base kelautan Indonesia yang selama ini masih minim.
 
Tim peneliti yang terlibat dalam ekspedisi kali ini berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat. Sedangkan, data-data yang didapat dari ekspedisi tersebut terkait dengan cuaca dan pembentukan iklim di Indonesia, gelombang atmosfer tropis, serta data-data oseanografi lainnya.
 
“Ekspedisi ini sebagai salah satu usaha dalam mendukung kegiatan observasi laut dan ketersediaan data yang kontinyu, sehingga meningkatkan pemahaman dan informasi cuaca dan oseanografi. Data observasi laut juga mendukung peningkatan akurasi prediksi cuaca, iklim, serta informasi maritim,” kata Deputi IV Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi BMKG, Untung Merdijanto yang mewakili Kepala BMKG dalam Seminar Ekspedisi Indonesia PRIMA 2017, Kamis (9/3), di Kantor Walikota Sabang, Aceh.
 
Untung mengungkapkan, apresiasinya terhadap kegiatan kali ini terutama bagi LIPI melalui Pusat Penelitian Oseanografi karena telah menyediakan fasilitas Kapal Riset (KR) Baruna Jaya VIII dan fasilitas penelitian di dalamnya. Sinergi ini perlu terus ditingkatkan agar laut yang selama ini belum banyak diobservasi, bisa digali lebih jauh lagi.
 
Wakil Kepala LIPI, Bambang Subiyanto menuturkan bahwa kerja sama ekspedisi penelitian kelautan ini perlu kontinyu dilakukan guna mengungkap potensi maritim Indonesia. “Keterlibatan para peneliti LIPI sebagai upaya menyediakan data dasar dalam mendukung pengembangan kelautan Indonesia dan mengembangkan potensi yang ada,” jelasnya.
 
Tamra Greig, Konsulat Jenderal Amerika Serikat mengatakan, pihaknya  berharap keterlibatan Amerika Serikat melalui NOAA mampu berkontribusi dalam meningkatkan hubungan penelitian kelautan antara Indonesia yang diwakili BMKG dan LIPI dengan Amerika Serikat. Data hasil penelitian ekspedisi ini tentu akan menambah pemahaman tentang faktor-faktor kekuatan alam yang membentuk dan memengaruhi lingkungan maritim dunia.
 
Sebagai informasi tatkala Tim Peneliti Ekspedisi Indonesia PRIMA 2017 singgah di Sabang, Aceh, beragam kegiatan dilakukan dalam kesempatan tersebut. Selain menggelar seminar, tim ekspedisi juga melakukan kegiatan Open Ship KR Baruna Jaya VIII. Selain itu di sela-sela kegiatan seminar ekspedisi, dilakukan pula kegiatan lain seperti penandatanganan Nota Kesepahaman antara LIPI dengan Pemerintah Provinsi Aceh serta serah terima lahan untuk pembangunan Stasiun Penelitian Laut LIPI di Sabang. (pwd/ed: isr)

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Zainal Arifin M.Sc.