BMKG-LIPI-NOAA Lakukan Ekspedisi Bersama Penelitian Kelautan

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Pelepasan ekspedisi penelitian kelautan bertajuk Program Initiative on Maritime Observation and Analysis (Indonesia PRIMA) 2017 baru saja berlangsung pada Senin (20/2) di Pelabuhan Nizam Zachman, Jakarta Utara. Ekspedisi yang ke-3 ini menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan merupakan kerja sama antara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), LIPI, dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat. 

Kepala BMKG, Andi Eka Sakya menuturkan bahwa ekspedisi kelautan ini penting untuk meningkatkan akurasi dan validasi model arus laut untuk prediksi cuaca laut. “Semua data yang dihasilkan dari kegiatan ini akan diletakkan di dalam portal Maritime Integrated Data Analysis System (MIDAS) sebagai rumah data bagi seluruh kegiatan yang terkait dengan kelautan,” jelasnya. 

Data yang diperoleh dan terintegrasi akan mendukung kajian jangka menengah dan panjang. Contoh kajian ini, seperti fenomena Monsun dan Madden Julian Oscillation (MJO), interaksi lautan dan atmosfir terutama di Samudera Hindia.

Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain mengatakan, ekspedisi ini juga akan menggali potensi Samudera Hindia yang masih belum banyak diketahui. “Misalnya saja, patahan sesar yang bertumbukan dan menimbulkan gempa yang cukup besar di Sumatera pada 2012 lalu masih menjadi anomali, karena data kelautan kita belum sempurna di Samudera Hindia,” ujarnya. 

Selain itu, Iskandar memandang pentingnya ekspedisi tersebut untuk pengembangan riset maritim Indonesia ke depan. Penelitian kelautan sangat penting untuk melengkapi kekosongan data dari sisi oseanografi, sumber daya mineral, karakteristik dan pergerakan massa air, serta aspek-aspek lainnya. Hasil ekspedisi ini juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam keanggotaannya di Indian Ocean Rim Association (IORA).

Asisten Deputi Bidang Pendayaan Iptek Maritim, Kementerian Koordinator Maritim RI, Nani Hendiarti menambahkan, pelaksanaan ekspedisi kali ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang telah meletakkan prioritas pada wilayah laut. “Dengan luas mencapai 70% dari keseluruhan wilayah Indonesia, potensi yang sangat besar ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi yang hingga saat ini masih belum tergarap dengan maksimal, dan karenanya data menjadi hal yang sangat penting” tuturnya. 

Nani juga menyampaikan apresiasinya terhadap pemanfaatan kapal riset untuk mendukung kepentingan nasional dan juga mendukung program internasional. Pemanfaatan yang saling bersinergi antar lembaga harus terus ditingkatkan.

Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat menyampaikan pula apresiasi atas kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat dalam bidang sains dan teknologi kelautan yang telah berjalan tiga tahun lewat kegiatan Ekspedisi Indonesia PRIMA 2017. Hasil ekspedisi ini akan meningkatkan akurasi data prediksi kemarau dan kondisi iklim yang penting karena akan mempengaruhi iklim global, tidak terkecuali bagi Amerika Serikat. (msa/ed: pwd,isr)

Sumber foto: BMKG

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain