Beragam Hasil Riset LIPI Unjuk Gigi di Launching Hakteknas Ke-18

 
 
(Jakarta, 25 Juni 2013 Humas LIPI). Kontribusi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) nasional amatlah kentara saat ini. Hal itu ditunjukkan dengan aneka ragam hasil riset lembaga penelitian tertua dan terbesar ini yang tampil dalam stand pameran rangkaian acara Launching Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-18 yang mengusung tema Inovasi untuk Kemajuan Bangsa di Gedung Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Senin (24/6) kemarin.

Sejumlah produk pilihan yang tampil adalah Handphone (HP) Bandros (Bandung Raya Os) untuk teknologi komunikasi pertahanan dari Pusat Penelitian Informatika, Radar ISRA untuk pertahanan laut dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi, serta Banyu Mili yakni alat pemurni air tenaga surya yang sudah banyak dimanfaatkan di daerah terpencil dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Teknologi Tepat Guna (B2TTG) LIPI Subang.

Khusus untuk HP Bandros, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta didampingi Kepala LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim secara simbolik saat acara launching menyerahkan HP karya anak bangsa tersebut kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. HP itu merupakan kontribusi teknologi bangsa sendiri untuk komunikasi pertahanan dan keamanan.

Selain itu, Kepala LIPI pada kesempatan yang sama pula secara simbolik menyerahkan buku Bioresources untuk pembangunan ekonomi hijau kepada Menristek dan Menteri Pertahanan. Buku ini merupakan hasil kerja sama antara LIPI, Kemenristek, dan Bappenas yang mengupas potensi, pemanfaatan dan perlindungan hayati termasuk langkah-langkah terkait biosecurity.

Gusti Muhammad Hatta dalam sambutannya mengungkapkan, Hakteknas yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus diperingati untuk menandai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam penerbangan prototipe N 250 selama 55 menit pada 10 Agustus 1995 silam. Penerbangan tersebut menjadi tonggak sejarah peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, tandasnya.

Ia menjelaskan, peringatan Hakteknas tahun ini akan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah dari tanggal 27 Agustus hingga 1 September 2013. Acara peringatan kali ini akan terisi dengan berbagai acara, seperti Rakornas Iptek, Ritech Expo, workshop dan talkshow Iptek, karnaval Iptek, dan acara puncak. Hakteknas berupaya merepresentasikan peran teknologi sebagai salah satu komponen penentu kemajuan bangsa. Bangsa yang maju dapat dilihat dari tingkat produktivitas yang tinggi, pelayanan yang terintegrasi dan efektif, serta kepedulian akan lingkungan dan sumber daya alam, urainya.

Kontribusi bagi Pembangunan

Menristek berharap semangat kebangkitan teknologi, sebagaimana saat penerbangan perdana N 250 harus terus menerus dijaga. Upaya putra-putri bangsa dalam penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan Iptek harus dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan, imbuhnya.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi seperti teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya adalah prototipe conventer kit (konversi BBM ke BBG), mobil listrik, sel surya, dan mikrohidro. Selain itu, ada pula teknologi untuk pelayanan hajat hidup orang banyak, seperti pengembangan e-KTP, e-Voting, Mesin Pewarta, radioisotope, ultrasonografi, vaksin, serta mesin pengering gabah.

Tak hanya itu, kontribusi Iptek bagi pembangunan juga dapat dilihat dari teknologi untuk perlindungan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Contohnya adalah teknologi yang digunakan untuk pengendalian banjir, tanah longsor, gempa, tsunami, polusi, kebakaran hutan, pengelolaan limbah, air bersih dan reklamasi alokasi tambang. (pw)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas

Diakses : 876