Berbagi Ilmu Pengetahuan dengan Masyarakat Pekanbaru Lewat Diseminasi Iptek LIPI

 
 

Pekanbaru, Humas LIPI. Puluhan masyarakat tampak antusias berkumpul secara melingkar, mengitari seseorang yang berada di tengahnya. Seonggok jerami, bahan serbuk ragi, seember air, beberapa lembar plastik, dan bahan-bahan lainnya tampak pula melengkapi orang yang dilingkari tersebut.
 
Penjelasan demi penjelasan dari orang yang berada di tengah lingkaran kemudian disambut dengan saut-menyaut pertanyaan para masyarakat. Interaksi secara apik diiringi dengan gelak tawa pun mengiringi sebuah kegiatan pelatihan pada Selasa (20/3/2018) siang itu.
 
Ya, tepatnya adalah pelatihan pembuatan pupuk kompos. Seorang teknisi penelitian dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT Kebun Raya LIPI), Ramdani adalah instrukturnya.


 
Pada kesempatan itu, Ramdani berbagi pengalaman ilmu pengetahuan tentang bagaimana membuat pupuk kompos bernama Bioposka kepada masyarakat petani di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
 
Di sebuah pekarangan yang luas di dekat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru, Ramdani menerangkan satu per satu langkah pembuatan pupuk Bioposka. “Langkah pertama adalah kita siapkan dan potong-potong jerami sebagai bahan dasar pupuk,” tuturnya.
 
Kemudian, dia menjelaskan bahwa jerami yang telah dipotong lalu ditumpuk di suatu tempat, diberikan siraman air untuk melembabkannya. Selanjutnya ditaburi bubuk ragi, yang merupakan mikroba hasil penelitian LIPI.
 
Setelah didapatkan tumpukan jerami yang diinginkan, maka tumpukan jerami ditutup plastik dan didiamkan beberapa hari hingga menjadi pupuk. “Bapak dan Ibu dapat melihat selengkapnya teknik pembuatan pupuk Bioposka di brosur yang kami bagikan ini,” jelas Ramdani saat mengakhiri sesi pelatihan.
 
Diseminasi Iptek



Pelatihan yang dilakukan Ramdani terkait pembuatan pupuk kompos ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan Diseminasi Iptek LIPI bertajuk “Pemanfaatan dan Penerapan Iptek untuk Daerah” yang digelar di Pekanbaru pada tanggal 20 Maret 2018. Melalui acara diseminasi iptek ini, LIPI berbagi ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengelolaan iptek untuk daerah.
 
Kepala Bidang Konservasi Tumbuhan PKT Kebun Raya LIPI, Agus Suhatman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah LIPI untuk mendekatkan hasil penelitiannya kepada masyarakat di Pekanbaru. “Kami sudah beberapa kali melakukan diseminasi iptek di Riau. Tahun lalu, kegiatan berlangsung di Kecamatan Rumbai Pesisir. Dan, kali ini di kawasan Hangtuah, Tenayan Raya,” ujarnya.
 
Selain pelatihan pembuatan pupuk Bioposka, diseminasi iptek LIPI juga diisi dengan pelatihan pemanfaatan tumbuhan hidroponik. "Tumbuhan hidroponik ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain hasilnya lebih alami, masyarakat juga bisa membuat usaha mikro terkait tumbuhan ini. Tergantung bagaimana cara masyarakat memanfaatkannya saja," tutur Agus.

 
 
Tidak hanya pelatihan saja yang dilakukan dalam kegiatan diseminasi iptek ini, LIPI juga memberikan 1.000 bibit mangga, 1.000 bibit kelengkeng berlian, serta pupuk Bioposka seberat 100 kilogram.
 
Kegiatan diseminasi iptek sendiri merupakan hasil kerja sama antara LIPI dengan Komisi VII DPR RI, dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Dalam kegiatan ini, juga dilakukan penanaman bibit pohon secara simbolik.
 
Sayed Abubakar A Assegaf, Anggota Komisi VII DPR RI yang hadir dalam kegiatan diseminasi ini, mengharapkan bahwa diseminasi yang dilakukan tersebut dapat memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada masyarakat untuk pemanfaatan potensi pertanian yang ada di Pekanbaru. “Ilmu yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan untuk kebutuhan usaha mikro masyarakat,” pungkasnya. (pwd/ed: dig)



 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Agus Suhatman M.P.