Bioenergi Jadi Alternatif Krisis Energiapec

 
 
Tabanan, Humas LIPI. Tahun 2017 OPEC mencatat cadangan minyak Indonesia hanya menyimpan 0,2% dari cadangan minyak dunia dengan jumlah 3,6 milyar barel. Cadangan tersebut diasumsikan akan habis dalam waktu 20 tahun kedepan. Menyikapi krisis energi tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dan menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Bioenergi berbasis bioresources adalah pilihan tepat yang dapat dimanfaatkan saat ini. Indonesia kaya  akan potensi bioresources,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati yang juga Chair of Indonesia Branch Center APEC Research Center for Advanced Biohydrogen Technology (APEC ACABT) pada Annual Meeting and Seminar APEC ACABT pada Jumat (26/7) di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” LIPI, Tabanan, Bali.

Ia mengingatkan tantangan terbesar saat ini  adalah melakukan riset sumber daya hayati dengan biaya rendah untuk mempercepat komersialisasi dan pemanfaatannya.  “Peneliti Indonesia perlu lebih mengeksplorasi  sumber biomassa karena belum optimal,” ujar Enny.

Enny mengungkapkan, LIPI selaku Focal Point APEC-ACABT perlu menindaklanjuti hasil kegiatan ini sebagai aksi nyata. “Hasil riset yang berkontribusi untuk penyedia bahan bakar berbasis sumber daya hayati penghasil biohidrogen diantaranya mikroalga perlu terus ditingkatkan. “

Menurutnya, banyak teknologi yang dihasilkan, namun perlu upaya untuk menghubungkannya dengan teknologi bioenergi yang dimiliki oleh negara lain.  “Industri menginginkan hasil  dalam skala besar dan disinilah kemampuan kita diuji,” ujar Enny.

Dirinya menjelaskan, forum APEC ACABT diperuntukkan untuk memperkuat koordinasi riset yg lebih baik dan kerja sama antar negara anggota di wilayah Asia Pasifik. “Teknologi biohidrogen di Taiwan, Malaysia, Thailand, Cina dan Korea sudah lebih maju dalam pengaplikasiannya. Target pada tahun ini adalah dihasilkannya peta riset EBT di Indonesia, termasuk biohidrogen.”

Beberapa presentasi hasil-hasil penelitian berbasis bioenergi pada seminar forum cukup menarik untuk disimak. Salah satu penyaji dari Taiwan, Shu Yii Wu selaku Chief Executive Officer APEC ACABT mengemukakan secara global terdapat tiga pendorong dalam penggunaan biomassa di bidang biorefinari dalam memproduksi bioenergi, biofuel dan biokimia,  yaitu perubahan iklim, keamanan energi dan pembangunan ekonomi pedesaan. (Sa, Est/ed: fz)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati
Diakses : 913