Bunga Bangkai Maskot Indonesia di Pameran Hortikultura Korea Selatan

 
 
(Jakarta, 14 Maret 2013 Humas LIPI). Salah satu spesies langka asal Indonesia yaitu Bunga Bangkai atau Amorphophallus titanium Becc. dipastikan akan menjadi daya tarik utama pavilion Indonesia di Pameran International Horticulture Korea Selatan. Pameran tersebut akan berlangsung pada 27 April hingga 12 Mei 2013, di kota Goyang Korea Selatan.

Kegiatan itu diikuti sekitar 30 negara yang merupakan agenda tahunan dengan menampilkan kekayaan biodiversitas dan budaya setiap negara. Khusus tahun 2013, pavilion Indonesia akan mengusung tema Little Sumatra dan menampilkan puluhan jenis tumbuhan asal Sumatera dimana kali ini Bunga Bangkai yang menjadi maskotnya.

Sofi Mursidawati, Kepala Sub Bagian Jasa & Informasi Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya (KR) Bogor LIPI menjelaskan bahwa kerjasama penelitian dan promosi flora Indonesia melalui pameran tersebut telah ditandatangani akhir Tahun 2012. Setiap tahunnya PKT Kebun Raya LIPI akan menampilkan kekayaan flora Indonesia di ajang pameran internasional ini. Seluruh biaya kegiatan ini disediakan oleh pihak Korea Selatan dan merupakan kesempatan bagi para peneliti kita untuk dapat berkiprah di ajang internasional, ungkap Sofi, di Bogor, Kamis (14/3).

Ketua Panitia Pameran asal Korea Selatan, Christopher Liem menyatakan, pihak panitia sedikitnya telah mengalokasikan biaya sebesar US $ 100,000 khusus untuk Titanum Project (Bungan Bangkai) ini. Biaya yang hampir mencapai 1 Milyar rupiah ini dialokasikan sejak persiapan penyediaan bakal Bunga Bangkai, pengawetannya di Bogor, pengiriman material, display hingga pengembaliannya ke Indonesia untuk dipamerkan di Gedung Konservasi KR Bogor LIPI. Tim ahli khusus untuk menangani project Titanum tersebut telah pula dibentuk yang berasal dari Korea Selatan dan Jepang, tambahnya.

Kepala PKT KR Bogor LIPI, Mustaid Siregar mengungkapkan bahwa pengawetan bunga bangkai akan menunjang wisata biodiversitas. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitasnya dan Korea Selatan memiliki berbagai riset dan teknologi yang menjadikannya sebagai potensi wisata, katanya.

Menurutnya, kunjungan wisatawan asal Korea Selatan saat ini yang datang ke Indonesia masih sangat terbatas, yaitu sekitar 300.174 orang atau urutan ke 6 setelah Singapore, Malaysia, Australia, China dan Jepang. Kenaikannya dari tahun lalu hanya sekitar 1,23 persen. Dengan keikutsertaan kita di pameran ini, diharapkan akan menambah kunjungan wisatawan asal Korea Selatan bahkan negara lain untuk datang dan melihat kekayaan biodiversitas Indonesia secara langsung, pungkas Mustaid.(krb/pwd)
Sumber : PKT KR Bogor LIPI diedit oleh Humas LIPI

Sivitas Terkait : Mustaid Siregar

Diakses : 2629