DPR Dukung Pembaruan Kapal untuk Penelitian Laut Indonesia Timur

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Kondisi Kapal Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan juga fasilitas penelitian di Pusat Penelitian (Puslit) Laut Dalam LIPI masih memerlukan peningkatan signifikan. Apalagi kondisi Kapal Riset Baruna Jaya VII untuk penelitian di Indonesia Timur, yang ditempatkan di Puslit Laut Dalam LIPI, sudah tidak layak untuk aktivitas penelitian.
 
Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang juga Ketua Tim Kunjungan Kerja DPR ke Maluku saat berkunjung ke Puslit Laut Dalam LIPI merasa prihatin dengan kondisi Kapal Riset dan fasilitas penelitian di satuan kerja tersebut. “Ini perlu ada peningkatan fasilitas untuk meningkatkan kinerja LIPI, khususnya penelitian laut di Provinsi Maluku. Kami akan dorong untuk pembaruan Kapal Riset LIPI yang sudah tidak berfungsi dengan baik,” katanya di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke Puslit Laut Dalam LIPI di Ambon, Maluku pada Selasa (31/10).
 
Herman melihat, pembaruan Kapal Riset merupakan skala prioritas yang perlu didorong secepatnya. "Kami melihat ini adalah skala prioritas dan mesti disiapkan, bisa saja nanti di APBN perubahan kami berikan anggaran khusus untuk kapal," tekannya.
 
Selain pembaruan kapal, dirinya menuturkan, dua kapal LIPI juga sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan riset kelautan dimana dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. “Nantinya, kapal juga akan ditambah agar lebih mengoptimalkan kinerja untuk menggali sumber data laut yang ada di Indonesia,” sambungnya.
 
Dia melanjutkan, selain Kapal Riset, pihaknya juga mendorong agar fasilitas penelitian seperti infrastruktur gedung, laboratorium, maupun fasilitas lainnya juga diperbarui dan ditingkatkan lagi. Hal ini mengingat fasilitas penelitian yang ada sudah kurang representatif dan tidak mendukung lagi serta perlu teknologi terbaru agar penelitian berjalan maksimal.

Zainal Arifin, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI menyambut positif dan senang dengan keseriusan DPR untuk memberikan fasilitas terbaik. “LIPI tentu merasa senang dengan keseriusan dan komitmen Komisi VII DPR dalam peningkatan dana dan infrastruktur riset,” ujarnya.
 
Dengan peningkatan dana dan infrastruktur riset, Zainal berharap kuantitas dan kualitas penelitian di Indonesia semakin mendapat pengakuan dari internasional melalui aktivitas ilmiahnya. Dan, akhirnya hasil-hasil penelitian bermanfaat dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

 

Fasilitas dan SDM Penelitian

Sementara itu dalam kesempatan kunjungan kerja DPR  kali ini, Kepala Puslit Laut Dalam LIPI, Augy Syahailatua pun memaparkan program kerja dari satuan kerja yang dipimpinnya. Program kerja ini dipaparkan kepada lima orang anggota Komisi VII DPR yang hadir pada saat itu beserta para stakeholder terkait lainnya.
 
Dalam paparannya, Augy menyoroti bahwa pihaknya sekarang tengah mendorong peningkatan sarana prasarana penelitian dan sumber daya manusia (SDM). Untuk sarana prasarana, satuan kerjanya saat ini tengah fokus merenovasi gedung yang sudah tua.
 
Kemudian dari segi fasilitas laboratorium, Puslit Laut Dalam LIPI sekarang mempunyai 11 laboratorium, yakni biologi, ichthyology/ikan, oseanografi fisika, oseanografi kimia, plankton dan produktivitas, budidaya biota laut, mikrobiologi laut, geologi laut, sistem informasi geografi, teknologi pangan, dan ruang koleksi rujukan biota laut. “Fasilitas ini akan kami terus tingkatkan,” tuturnya.
 
Sedangkan dari segi SDM, Puslit Laut Dalam LIPI sekarang tengah mendorong jumlah SDM yang ada. Selain meningkatkan jumlahnya, pihaknya juga mendorong agar meningkatkan jenjang pendidikan ke S2 hingga S3.
 
“Kami berencana menambah sekitar 48 tenaga peneliti dan non peneliti baru melalui jalur rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2016 – 2019. Saat ini, kami masih kekurangan SDM, terutama tenaga teknisi karena yang ada sekarang sebagian besar sudah mendekati usia pensiun,” tutupnya.
 
Untuk diketahui pada 2017, Puslit Laut Dalam LIPI sendiri telah merekrut sembilan peneliti baru lulusan S1. Kesembilan peneliti baru ini, terdiri dari lima orang untuk bidang oseanografi biologi, satu orang di bidang oseanografi fisika, satu orang untuk oseanografi kimia, satu orang peneliti geologi/geofisika, dan satu orang untuk teknik lingkungan. (pwd/ed: isr)

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Augy Syahailatua M.Sc.