Direktur MZB: Koleksi Museum Merupakan Aset Nasional Tak Ternilai

 
 
(Jakarta Humas LIPI). Dalam rangka memperingati 120 tahun berdirinya Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI Bidang Zoologi bekerja sama dengan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) menyelenggarakan kegiatan Open House. Kegiatan yang berlangsung dari 30 September hingga 1 Oktober tersebut digunakan sebagai media publikasi untuk menyampaikan perkembangan iptek khususnya tentang fauna Indonesia kepada masyarakat luas.

Direktur MZB Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah mengungkapkan bahwa koleksi museum merupakan aset nasional yang tak ternilai. Sejak didirikan pada 1894 silam, museum ini terus melakukan identifikasi terhadap berbagai jenis fauna di Indonesia.

Semenjak berdirinya, kekayaan koleksi ilmiah MZB hingga sekarang telah mencapai 3.015.846 specimen yang terdiri dari molusca, cacing nematoda, serangga, dan krustasea. Selain itu juga terdapat koleksi ikan, reptil, amfibi, burung dan mamalia.

Specimen-specimen yang tersimpan dalam museum itu tidak hanya sebagai koleksi, lebih dari itu nilai informasi koleksinya sangat penting untuk digunakan bagi kesejahteraan manusia, jelas peneliti Puslit Biologi tersebut di sela kegiatan open house, Selasa (30/9) lalu.

Pencurian Fauna

Di sisi lain, Rosichon menyoroti tentang hilangnya jenis-jenis fauna tertentu akibat pencurian oleh pihak asing yang belakangan terjadi. Hal ini menjadi keprihatinan sendiri. Oleh karena itu, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap fauna di kalangan generasi muda agar tidak ada lagi fauna Indonesia yang menjadi obyek pencurian, tegasnya.

Saat ini, lanjut Rosichon, banyak cara-cara yang digunakan untuk membawa hewan dari Indonesia. Ini bukan hanya tentang hewannya, tapi bagaimana konsekwensi ke depannya setelah molekul-molekul hewan yang dibawa kemudian disalin dan dimanfaatkan oleh pihak asing, ujarnya.

Dikatakannya, LIPI bersama dengan Kementerian Kehutanan saat ini tengah menggalang upaya untuk menghentikan pengiriman dan perdagangan tumbuhan dan hewan. Langkahnya melalui pelindungan di bawah Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Rosichon juga berharap bahwa kedepannya sumber daya peneliti khususnya bidang zoologi bisa ditingkatkan. Penambahan jumlah dan kualitas peneliti akan menjadi langkah yang tepat agar Indonesia bisa lebih maju dan mandiri di bidang penelitian dan perlahan bisa melepaskan diri dari ketergantungan dengan pihak asing, pungkasnya. (ms)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rosichon Ubaidillah

Diakses : 1251