Dukungan Indonesia Toray Science Foundation untuk Penelitian Iptek dan Inovasi

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) sejak didirikan pada Desember 1993 telah mendapatkan dukungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian sains di Indonesia. "Pengembangan ini adalah faktor kunci terpenting untuk mencapai kemakmuran masyarakat melalui ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi (iptekin)," jelas Kepala LIPI, sekaligus Ketua ITSF, Laksana Tri Handoko pada "Seremoni Presentasi Ke 25 ITSF" Selasa (5/3) di Jakarta.

Handoko menjelaskan, ekonomi berbasis iptekin adalah salah satu syarat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di era revolusi industri 4.0 saat ini. "ITSF telah membuat beberapa skema untuk mendukung peneliti dan peneliti iptek dalam bentuk hibah penelitian dan penghargaan ilmiah," jelasnya. Handoko menjelaskan, aplikasi dibuka untuk seluruh masyarakat indonesia dan seleksi diselenggarakan secara transparan dan kompetitif oleh komite dari ilmuwan yang ahli di bidangnya. Hibah ini ditujukan untuk memotivasi dan mendukung para peneliti Indonesia untuk meningkatkan kualitas risetnya.

Handoko menambahkan, ITSF melalui Toray Indonesia telah menganugerahkan lebih dari 200 Science Education Award untuk para pendidik di bidang biologi, fisika dan kimia dan Science and Technology Awards pada 22 peneliti sekaligus hibah dana riset kepada lebih dari 460 peneliti. "Saya menyampaikan apresiasi kepada Toray Indonesia atas dukunganya secara terus menerus sejak awal pendirian ITSF," ungkap Handoko.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur Toray Industries,Inc.,Jepang, Ryo Murayama mengatakan, Toray Indonesia melalui ITSF telah berupaya berkontribusi untuk kemajuan dan perkembangan iptek di Indonesia. "ITSF telah mendapatkan dukungan penuh dari ketua ITSF Laksana Tri Handoko selama melakukan aktivitas kami dalam memberikan penghargaan dan hibah untuk peneliti Indonesia. Kami berharap penghargaan ini dapat mendorong peneliti melakukan riset untuk kemajuan Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, sejumlah peneliti LIPI berhasil mendapatkan Science and Technology Research Grant 2019 yang merupakan program ITSF ke-25 yakni Agnes Purwidyantri (Loka Penelitian Teknologi Bersih), Widi Astuti (Balai Penelitian Teknologi Mineral), Ade Erma Suryani (Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam), Sofa Fajriah (Pusat Penelitian Kimia), dan Eddwi Hesky (Pusat Penelitian Fisika). Selain itu, Athanasia Amanda Septevani  (Pusat Penelitian Kimia) telah berhasil meraih Best Presenter pada Science and Technology Research Grant 2018. (Lyr)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 1004