Edukasi Penelitian Lewat Perkemahan Ilmiah Remaja

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melaksanakan pembinaan remaja secara terus menerus. Salah satu langkah yang efektif dalam rangkaian pembinaan generasi muda adalah Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN). PIRN adalah kegiatan pembinaan ilmiah remaja yang diselenggarakan sejak 2001. Para remaja langsung dibimbing dalam pelaksanaan penelitian dan diarahkan untuk menanamkan sikap dan perilaku scientific minded, scientific curiosity, dan scientific approach. Pada tahun ini, PIRN memasuki penyelenggaraan yang ke-12 yang diselenggarakan di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

Jakarta, 2 Juli 2013. PIRN Ke-12 Tahun 2013 mengambil lokasi di Asrama Haji Donohudan dan SMA N 1 Ngemplak Boyolali Jawa Tengah. Penyelenggaraan acara tersebut atas kerja sama antara LIPI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Jumlah peserta yang turut berpastisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 600 orang dari 30 provinsi. Mereka terdiri dari 450 orang pelajar SMP dan SMA serta 150 orang guru pembimbing tingkat SMP-SMA/sederajat dari seluruh Indonesia.

Kegiatan PIRN berlangsung selama delapan hari mulai tanggal 30 Juni hingga 7 Juli 2013. Kegiatan PIRN ini secara resmi dibuka oleh Kepala LIPI dan Bupati Boyolali. Prof. Dr. Lukman Hakim, Kepala LIPI mengungkapkan, LIPI memberikan komitmen yang serius dalam memajukan ilmu pengetahuan di kalangan generasi muda. Ia sadar bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) merupakan kunci kemajuan bangsa. "Negara yang Iptek-nya lemah, maka lemah pula posisinya dalam percaturan antar bangsa dalam posisi politik, ekonomi, maupun kesejahteraan masyarakatnya, " kata dia.

Dikatakannya, perkemahan ilmiah merupakan salah satu kegiatan yang efektif untuk membangun semangat ilmiah para remaja. "Mereka (remaja) melakukan dan mengalami sendiri semua kegiatan ilmiah tersebut dalam suasana belajar yang menyenangkan dan topik penelitian yang relevan dengan kondisi aktual di lingkungan sekitar kita, " ungkapnya. Melalui kegiatan tersebut, para remaja diberikan pembekalan tentang dasar-dasar metode penelitian, disertai dengan praktik penelitian lapangan yang dibimbing langsung oleh para peneliti LIPI. "Para siswa juga dilatih menulis laporan hasil penelitian dan mempresentasikannya secara ilmiah, " imbuhnya.

Lukman menandaskan, kegiatan PIRN bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menimba ilmu. "Jangan pernah merasa sungkan untuk bertanya kepada para mentor yang juga peneliti LIPI. Mereka dengan senang hati akan menjawab semua pertanyaan, " tuturnya. Yusuar, Kepala Bagian Peningkatan Kemampuan Ilmiah (PK Ilmiah) BKPI-LIPI menambahkan, tujuan penyelenggaraan PIRN ada tiga hal, yakni melatih remaja melaksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Kemudian, menggali potensi putra daerah di bidang Iptek sebagai human investment untuk mengisi pembangunan daerah di masa mendatang. Selain itu, meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan Iptek terhadap pengelolaan dan pemecahan masalah di lingkungan sekitar, imbuhnya.

Yusuar katakan bahwa kegiatan PIRN saat ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain ceramah umum, pemberian materi metodologi penelitian dan penyusunan proposalnya, penelitian lapangan, penulisan laporan, dan presentasi laporan penelitian. Untuk PIRN Ke-13 tahun 2014 mendatang, tuan rumah penyelenggaraan direncanakan di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara dan calon tuan rumah PIRN berikutnya (PIRN Ke-14) adalah Kota Tasikmalaya Jawa Barat.

Sivitas Terkait : Yusuar

Diakses : 1351