Fisikawan, Sastrawan, Dokter Raih Bakrie Award

 
 

Bakrie Award beri penghargaan pada fisikawan, dokter, sastrawan dan lembaga penelitian, mereka dinilai punya peran penting dalam kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia.

Hamid Basyaib mewakili dewan juri saat jumpa pers mengatakan, sebenarnya ada 7 orang yang mendapat penghargaan, setelah dipertimbangkan akhirnya hanya 5 yang lolos.

"Itupun hanya dilakukan di Indonesia, bila di luar negeri biayanya terlalu mahal, kemampuan kita terbatas, jadi kita tahu diri, " kilahnya.

Menurutnya, sebenarnya penghargaan ini akan diperluas karena keterbatas pihaknya maka urung dilaksanakan. Tahun depan mereka akan memberi penghargaan di bidang kedokteran, dimana dewan juri nantinya berasal dari luar negeri.

Tidak masuknya bidang ekonomi dalam penghargaan kali ini, menurut Hamid, banyak pakar di Indonesia namun tak menghasilkan karya yang berpengaruh, meski banyak diantara mereka dinilai ekonom handal.

"Ekonom jarang memberi prestasi ilmiah, dan tanpa basic ilmu dan pengetahuan teknologi, jika ini berlangsung terus bangsa ini tak akan maju. "

Penghargaan ini hanya diberikan bagi mereka yang masih hidup, bila yang telah meninggal dunia juga diberikan tentu lebih sulit dan banyak tokoh yang akan diberi penghargaan.

hadiah berupa uang tunai sebesar 150 juta rupiah diberikan kepada Taufik Abdullah, Sutardji Calzoun Bachri (sastrawan), Mulyanto (dokter peneliti), Laksana Tri Handoko (fisikawan), dan pusat penilitian kelapa sawit PPKS Medan.

Taufik sebagai ilmuwan sosial yang menyadari pentingnya pandangan multi dimensional terhadap sejarah, penulisan sejarah tak hanya kronologis peristiwa namun diramu disiplin ilmu seperti sosiologi, antropologi, politik dan ekonomi.

Sutradji dalam berkarya kerap menggunakan bahasa yang sangat modern, pasca modern dan purba, kiprahnya usaha yang tiada henti merebut kembali kata yang terlanjur dibakukan dalam kamus dan konvensi.

Sementara Mulyanto selaku dokter peneliti, keahliannya memenuhi standar akademis internasional, ketekunan untuk menaikan diri dengan komunitas global, punya komitmen penuh untuk menyediakan sarana kesehatan yang terjangkau masyarakat miskin.

Tri salah satu fisikawan yang merintis usaha memburu partikel Higgs, yakni partikel yang bisa menjawab pertanyaan "dari mana asal usul massa materi " atau dalam bahasa umum "mengapa benda mempunyai berat ".

Sedangkan PPKS mampu meneliti dan menghimpun berbagai pengetahuan dan teknologi kelapa sawit, banyak negara mengandalkan rencana pengembangan perekonomian kelapa sawit pada lembaga ini, berkat PPKS Indonesia menjadi negara penghasil minyak sawit mentah terbesar di dunia.(fari/rap)

Sumber : Berita Baru (13 Agustus 2008)

Diakses : 1172