Indonesia Krisis Regenerasi Petani

 
 
Digambarkan dalam film dokumenter berjudul Srono Urip, para pemuda desa mengalami modernisasi dan berbondong-bondong pindah ke kota dan hasilnya krisis penggarap pertanian di desa. Urbanisasi pemuda desa ini pun menciptakan krisis regenerasi petani. Sekilas penggambaran dalam film dokumenter tersebut tentu saja pas dengan kondisi pertanian Indonesia saat ini. Pertanian skala kecil yang selama ini menghasilkan kebutuhan pangan bagi sebagian besar penduduk Indonesia mengalami situasi krisis karena produktivitas pertanian selalu ditopang oleh tenaga kerja usia tua yang semakin kurang produktif. Melihat fenomena tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kependudukan tergerak untuk melakukan penelitian terkait krisis regenerasi petani dan hasilnya akan dipaparkan dalam diskusi publik Srono Urip: Modernisasi dan Krisis Regenerasi Petani di Pedesaan .

Jakarta, 2 Oktober 2015. Penelitian tentang regenerasi pertani di Indonesia dilakukan oleh LIPI melalui tim peneliti Program Unggulan, sub program Ketahanan Sosial, Ekonomi dan Budaya dari tahun 2015 hingga 2019 mendatang. Pada tahun pertama penelitian atau tahun ini, tim melakukan penelitian di tiga desa di wilayah eks Karesidenan Surakarta yakni Sragen, Klaten, dan Sukoharjo. Tim peneliti pada penelitian itu memfokuskan pada masalah regenerasi petani dalam hubungan antara modernisasi dengan konstruksi pemuda di pedesaaan melalui empat hal yaitu keluarga, sekolah, sawah, dan aktivitas non pertanian.

Berdasarkan hasil pengamatan atau penelitian sementara, modernisasi yang dijalankan melalui keluarga, sekolah, sawah dan aktivitas non-pertanian telah membentuk pemuda pedesaan sebagai sumber daya manusia yang bersifat modern. Pemuda pedesaan yang modern ini berpengaruh terhadap perilaku mobilitas penduduk usia muda di pedesaan melalui fenomena migrasi dari desa ke kota yang pada akhirnya berdampak ditinggalkannya pertanian skala kecil di pedesaan, ulas YB Widodo, peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Dikatakannya, tim peneliti LIPI juga melihat modernisasi di pedesaan menjadi pendorong perubahan sosial terutama perubahan pandangan terhadap aset sosial, ekonomi dan budaya menjadi modal sosial, ekonomi dan budaya. Contoh sederhananya adalah pemuda sebagai generasi penerus tidak serta-merta mewarisi ketrampilan pertanian dari orang-tua atau komunitas masyarakatnya karena modernisasi di bidang keluarga, sekolah, sawah dan aktivitas non-pertanian justru mengasingkan mereka dari lingkungan tempat hidupnya.

Sementara itu, Gutomo Bayu Aji, peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI lainnya menjelaskan, agar regenerasi petani berjalan dengan baik, hasil penelitian LIPI menunjukkan bahwa pemerintah bersama-sama dengan sektor swasta dan masyarakat sipil perlu menciptakan variasi lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan pemuda di pedesaan. Selain itu, perlu dilakukan peninjauan kurikulum pendidikan sekolah di tingkat dasar agar tidak mengasingkan anak-anak, remaja dan pemuda desa dari lingkungan tempat hidupnya dan agar mereka menjadi kreatif, imbuh Gutomo.

Menurut Gutomo, teknologi serta variasi teknik budidaya pertanian perlu dibudayakan di kalangan pemuda pedesaan terutama pada situasi media lahan pertanian yang terbatas dan dengan variasi jenis tanaman pangan dan non-pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Bila hal itu berjalan dengan baik, maka krisis regenerasi petani di Indonesia bisa ditanggulangi, pungkasnya.

Keterangan Lebih Lanjut:
- Y B Widodo (Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI)
- Gutomo Bayu Aji (Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI)
- Nur Tri Aries Suestiningtyas, M.A. (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Note/Undangan:
Siaran Pers ini sekaligus UNDANGAN bagi rekan media untuk menghadiri acara Diskusi Publik dan Pemutaran Film Dokumenter Srono Urip: Modernisasi dan Krisis Regenerasi Petani di Pedesaan pada Jumat, 2 Oktober 2015 di Media Center LIPI, Sasana Widya Sarwono lt.1, Jl. Gatot Subroto 10 Jakarta pada pukul 13.00 WIB-selesai.

Penulis: Puslit Kependudukan, msa, pwd
Editor: isr

Siaran Pers ini dibuat oleh humas LIPI

Sivitas Terkait : Yohanes Bosco Widodo

Diakses : 627