Indonesia Perlu Belajar Teknik Komunikasi Sains dari Jepang

 
 
(Jakarta Humas LIPI). Jepang memiliki rasio jumlah penduduk usia non-produktif yang tinggi dan rendahnya rasio pertumbuhan usia produktif. Pertumbuhan jumlah masyarakat non-produktif lambat laun dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, namun pemerintah Jepang berusaha mengantisipasi dengan lebih mengkomunikasikan sains pada masyarakat usia muda, jelas President of National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Jepang, Prof. Dr. Takashi Shiraishi di Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) XI, pada Kamis (8/10) di Auditorium LIPI, Jakarta.

Menurut Shiraishi, kunci keberhasilan komunikasi sains adalah dengan memprioritaskan riset yang menjawab keterbutuhan masyarakat. Pemahaman diberikan melalui sosialisasi dan promosi langsung kepada masyarakat, jelasnya.

Dirinya melanjutkan, pemerintah Jepang telah melakukan implementasi kebijakan selama 15 tahun yang berhasil menjawab permasalahan penting di negaranya seperti kebijakan sains dan teknologi dan pengembangan teknologi nano, permesinan dan biologi. Pemerintah Jepang telah berkomitmen memberikan prioritas pada penelitian dengan memberikan dukungan pendanaan penuh kepada penelitian yang menjawab isu-isu global, terangnya.

Pada akhirnya, lanjut Shiraishi, hasil penelitian yang berhasil adalah penelitian yang bermanfaat dan diterapkan di masyarakat. Tanpa kemauan politik yang kuat akan sulit mencapai kebijakan politik yang berdasarkan iptek, tutup Shiraishi.

(lyr/ed:Yos)
Sumber : Humas LIPI

Diakses : 1511