Indonesia Perlu Kejar Ketertinggalan Dalam Inovasi

 
 
Tangerang Selatan, Humas LIPI. Inovasi adalah target penting untuk kehidupan sosial. "Inovasi adalah jawaban untuk menghadapi tantangan global. Semua orang bisa dengan mudah punya ide tetqpi hal terpenting adalah bagaimana itu dikonversikan menjadi produk yang berdaya saing," ungkap Fatimah Zulfah S Padmadinata, Peneliti Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI saat Focus Group Discussion Kesiapan Infrastruktur Lab Pengujian pada Jumat (2/11) di ICE BSD

Fatimah menjelaskan, saat ini posisi Indonesia jauh tertinggal bahkan menurut ASEAN Innovation Index, Indonesia tertinggal bila dibandingkan Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, dan Filipina. "Sangat disayangkan skala inovasi kita masih tertinggal dibanding negara ASEAN seperti Malaysia yang dulu padahal mengirimkan mahasiswanya untuk belajar Inovasi di Indonesia. Tetapi saat ini justru Malaysia lebih terdepan dari kita," ungkapnya.

Fatimah menambahkan, untuk mendorong inovasi sangat diperlukan lembaga riset untuk menjadi booster atau pendorong inovasi pada industri dan tentunya pandai melihat kebutuhan pasar," jelasnya.

Fatimah menjelaskan, saat ini pemerintah mulai memberi dorongan pada industri nasional untuk berani memasarkan produknya. "E Catalogue adalah salahbsatu upaya pemerintah mendekatkan produk inovasi nasional kepada konsumen. Jangan sampai kita kalah dengan produk cina. Tetapi satu hal yang bisa kita pelajari dari Cina adalah produknya mudah didapatkan dan harga bersaing sehingga mampu menarik konsumen. Kita harus mampu bersaing dengan produk inovasi yang berdaya saing," pungkasnya (lyr)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Fatimah Zulfah Sabaroedin
Diakses : 105