Ini bioteknologi jadul yang masih tokcer

 
 
Merdeka.com - Sebagian dari kita pastinya sudah mengetahui teknologi inseminasi buatan atau kawin buatan. Teknologi ini, kebanyakan diadopsi pada hewan terutama sapi untuk memperbanyak jumlah keturunan. Atau kawin silang dengan genetika yang bagus, sehingga menghasilkan keturunan sapi yang bagus pula. Hal ini dijelaskan oleh peneliti bioteknologi peternakan dari LIPI, Syahruddin Said.

Biasanya, perkawinan alami hanya bisa membuahi satu betina sapi saja, tapi dengan menggunakan inseminasi buatan ini dapat membuahi lebih dari satu ekor sapi.

"Jadi prosesnya itu, kita pisahkan terlebih dahulu sperma pejantan sapinya. Kemudian, kita prosesing sperma itu menjadi dosisnya lebih tinggi kira-kira 500 dosis. Maksudnya, dosis ini yang nantinya kita gunakan untuk mengawinkan sapi betina. Ini bisa 500 ekor sapi dengan hanya satu sperma saja, " jelasnya saat ditemui Merdeka.com di Bogor, (27/3).

Bahkan menurut dia, satu sperma juga bisa ditingkatkan lagi menjadi 1000 dosis atau bisa membuahi 1000 ekor sapi betina. "Gak masalah. Tapi, kan gak gampang. Masalahnya satu sapi pejantan hanya mampu ejakulasi dua kali dalam seminggu, " jelasnya.

Menurutnya, teknologi inseminasi buatan ini sejatinya sudah lama sekali. Apalagi, pengembangan-pengembangannya di Indonesia sudah terbilang banyak. "Kalau soal teknologi itu sudah sejak lama sekali. Semua orang sudah pada tahu. Intinya, pengembangannya sudah bisa dibilang sudah hampir selesai. Persoalannya, hanya pada implementasinya saja, " ujarnya.

Implementasi yang dimaksudkan ini ialah penerapan penelitian itu ke industri peternakan di sektor hulu. Ini yang dirasa dia, masih sangat kurang. Walaupun ada perusahaan yang sudah menerapkan hal ini dengan bekerjasama dengan LIPI, yakni PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) di Bogor. Hasilnya, patut diacungi jempol. Kabarnya, ada 30 ekor sapi dari hasil inseminasi buatan di tahun 2013. Tahun ini akan ditingkatkan lagi menjadi 90 ekor sapi.
Sumber : Merdeka.com, 28 Maret 2015

Sivitas Terkait : Syahruddin

Diakses : 615