Iptek Jadi Kunci Atasi Bencana

 
 

Bangka, Humas LIPI. Kondisi geografis membuat Indonesia tidak hanya memiliki keragaman hayati melimpah namun juga menjadikan Indonesia sebagai negeri kaya bencana. Terlebih dengan adanya perubahan iklim akibat pemanasan global membuat siklus alam yang awalnya mudah dipahami menjadi hal yang perlu upaya keras. “Tidak ada jawaban yang membantu selain penguasaan iptek dan pengembangan,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Iskandar Zulkarnain di Bangka, pada Rabu (10/2) lalu.

Banjir yang melanda Kabupaten Bangka sejak Selasa (9/2) lalu menjadi perhatian Kepala LIPI saat berkunjung ke Sungai Liat dalam rangka pencanangan pembangunan Kebun Raya Daerah Rimbe’ Mambang di desa Dalil, kecamatan Mambang, kabupaten Bangka. “Harus ada upaya konservasi lingkungan baik secara in-situ maupun ex-situ,” ujar Iskandar.

Pembangunan Kebun Raya Daerah, jelas Iskandar, adalah salah satu upaya konservasi lingkungan. “Kebun raya merupakan sinergi antara konservasi lingkungan dengan pembangunan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

LIPI sendiri berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011 bertanggungjawab pada pembinaan dan pelaksaaan teknis pembangunan kebun raya di Indonesia. “Dari target pembangunan 47 kebun raya daerah, 25 kebun raya sudah dibangun, dan lima kebun raya sudah diresmikan dan sudah bisa diakses masyarakat,” terang Iskandar.

Bupati Bangka, Tarmizi Saat menjelaskan Kebun Raya Daerah Rimbe’ Mambang memiliki luas area 55,7 hektar. “Rimbe’ Mambang kaya dengan flora dan fauna khas setempat. Seperti kayu nyatoh, serta fauna seperti lutung, kera, musang dan berbagai jenis burung," katanya. Pihaknya menganggarkan dana 2 miliar rupiah untuk pembuatan jalan kawasan, gapura, serta patok batas. (fza/ed: isr)

Sumber foto: Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI


Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain