Kementerian PANRB Dukung Pemerintah Berikan Perhatian terhadap Penelitian

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Berdasarkan data Global Competitiveness Report tahun 2015, Indonesia berada pada urutan ke 37 negara berdaya saing dari 140 negara. Walaupun berada pada posisi yang cukup bagus, daya saing bangsa harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui peningkatan kualitas penelitian. Kegiatan penelitian terbukti mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan.
 
“Salah satu dari 12 pilar daya saing bangsa yang sangat melekat dengan lembaga penelitian adalah inovasi, dan Kementerian PANRB sangat mendukung pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap riset,” ujar Staf Ahli Bidang Komunikasi Strategis dan Hubungan Kelembagaan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Hendro Witjaksono mewakili Menteri PANRB dalam Rapat Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tahun 2016 di Auditorium LIPI Jakarta, Rabu (2/3).
 
Penelitian sangat penting dalam melakukan pemetaan dan pemutakhiran data. “Data yang didapat dari penelitian di bidang-bidang terkait nantinya akan dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan. Ini menggambarkan betapa strategisnya fungsi lembaga penelitian,” tutur Hendro.
 
Menurutnya, pemerintah pada tahun ini perlu menganggarkan 0,08 hingga 0,09 persen dari Gross Domestic Product (GDP) atau sekitar 0,9 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk belanja penelitian. “Kemauan politik harus didorong untuk meningkatkan anggaran riset,” imbuh Hendro.
 
Jika hal itu dikaitkan dengan revolusi mental, terciptanya mentalitas yang memandang riset sebagai salah satu prioritas dianggap sangat penting. “Ketika riset dipandang penting, kebijakan juga pasti akan memberikan cerminan dan riset akan dipentingkan,” jelas Hendro.
 
Riset merupakan investasi jangka panjang. “Untuk itu, kita secara bersama-sama harus mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) peneliti secara tepat sasaran untuk menghasilkan perbaikan di berbagai bidang, jelasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Hendro juga berpesan agar LIPI memberi perhatian pada peningkatan kualitas dan pembinaan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN). “Kita harus menciptakan smart ASN. Jumlah boleh sedikit, tetapi kualitas harus baik,” ujarnya. Dengan kualitas yang baik dan bersih, profesionalisme dan sikap melayani tentu akan meningkat, tutupnya. (msa/ed: pwd)

Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain