Kisah Para Penemu Muda : Terinspirasi Listrik Mati, Siswi SMK Temukan Lilin Candle Forever

 
 

Terinspirasi dari sering mati lampu di daerahnya di Cilacap, Jawa Tengah, Dwi Puji Rahayu (17) terinspirasi untuk menciptakan candle forever. Siapa sangka, penemu lilin yang bisa membuat romantis selamanya itu seorang siswi SMK.

Dwi merupakan siswi SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu, Cilacap. Dia menggandeng Retno Arfianti (15) untuk membuat lilin tersebut. Lilin karya keduanya ini menjadi salah satu finalis Young Inventor Award 2013 yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Ajang pameran penemu muda Indonesia ini digelar 14-15 November 2013 lalu. LIPI setiap tahunnya membuat acara ini untuk menemukan para penemu muda yang kemudian diikutsertakan di ajang penemu internasional. Selain kategori temuan, ada juga karya ilmiah untuk siswa dan guru.

Dwi membuat alat candle forever dari kaleng bekas, kawat besar, kawat kecil, triplek, cat, paralon bekas dan alumunium foil.

"Konsepnya lilin daur ulang. Kita membuat alat candle forever selama 1 jam, " ujar Dwi ketika dihubungi detikcom, Sabtu (30/11/2013).

Lilin warna putih yang dibelinya di warung yang sudah meleleh dihubungkan dengan alat tersebut. Lilin diletakkan di sebuah keranjang dan dihubungkan ke kawat kecil. Fungsi kawat kecil sebagai tempat meneteskan lelehan lilin ke dalam paralon.

Seiring berjalannya waktu lilin akan meleleh dan habis serta menetes melewati paralon yang dilapisi aluminium foil. Kemudian dibuka dan lelehan lilin dicetak menjadi lilin utuh dan jangan lupa lilin diberi sumbu terlebih dulu.
Sumber : detikNews, 30/11/2013

Diakses : 2024