Kisah Para Penemu Muda di Indonesia

 
 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menggelar acara National Young Inventors Award (NYIA) ke-6. Puluhan penemu muda dari Indonesia berlomba menjadi yang terbaik. Seperti apa kisahnya

Ada 30 finalis yang dipamerkan karyanya pada 14-15 November lalu di Widya Graha LIPI, Jakarta. Mereka berasal dari siswa SMP hingga SMA.

Sejumlah karya unik ditorehkan oleh para anak-anak kreatif ini. Mulai dari 3 in 1 Shoes, sepatu yang bisa dibentuk jadi tiga fungsi, alat pembelah duren, pembuka botol galon, hingga alat pencegah dari penculikan.

Ada juga alat untuk mendeteksi kandungan boraks dalam bakso, alat penanda kebasahan lantai, kursi roda hidrolik, meja lipat praktis, ransel multifungsi, alat pengontrol suhu minyak goreng dan lilin yang bisa hidup selamanya. Ada juga temuan menarik seperti helm berlampu sein otomatis dan panci cerdas. Yang menjadi pemenang adalah electronic wet floor sign karya Baskara dari SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan.

Selain ajang bagi para penemu, kompetisi ini juga terdiri dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang digelar ke-45 kalinya dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-12 serta Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) ke-21.

Pada kompetisi ilmiah tahun ini, LIPI menjaring 2.500 karya inovasi penelitian dan 103 finalis terpilih. Untuk para penemu, akan dipilih beberapa orang untuk ikut berlaga di ajang serupa di tingkat internasional.
Sumber : detikNews, 29/11/2013

Diakses : 1527