Kolaborasi Iptek Untuk Peningkatan Daya Saing Daerah Di Era Industri 4.0

 
 
Tangerang Selatan,Humas LIPI. Sesuai arahan presiden Joko Widodo dalam pembukaan acara ISE, penguasaan iptek di era revolusi industri 4.0 saat ini sangat dibutuhkan untuk menelorkan inovasi-inovasi baru. Teknologi telah mengubah cara hidup bangsa di dunia dalam berbagai lini kehidupan.Hal ini menunjukkan, tidak ada yang paling relevan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan, kecuali lembaga penelitian, demikian Kepala LIPI , Dr. Laksana tri Handoko dalam sambutannya pada acara “Diskusi Kolaborasi Iptek Untuk Peningkatan Daya Saing dalam Era Industri 4.0” di ICE BSD, Serpong 3 Nopember 2018.
 
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Science Expo yang digelar oleh LIPI 1-4 Nopember 2018. Lebih lanjut Handoko sampaikan bahwa hasil-hasil litbang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan juga untuk perbaikan berbagai sektor dalam proses pembangunan.
 
Dalam sambutannya Kepala LIPI dihadapan para tamu undangan yang terdiri dari pemerintah daerah , kalangan akademisi, stake holder , lembaga litbang dan tamu undangan lainnya, menyinggung bahwa sudah terlalu sering kita mendengar berbagai ketimpangan yang terjadi secara parsial saat ini akibat suatu pendekatan pembangunan yang selama ini bersifat top-down sentralisasi serta kurang memperhatikan kondisi dan daerah dimana suatu wilayah atau kawasan itu dibangun. Oleh karena itu dengan semangat sinergitas dan semangat kolaboratif antara pemerintah Pusat, Pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat aktif untuk bersama menghilangkan ketimpangan yang terjadi saat ini.. Kecepatan dan optimalisasi pembangunan daerah perlu didorong semaksimal mungkin guna mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional.
 
Handoko lebih menekankan selain aspek fisik yang menjadi tolok ukur dalam suatu pembangunan, aspek lain yang perlu digarisbawahi yaitu adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang tentunya harus “dibangun” agar terciptanya pembangun di tengah persaingan global yang saat ini sudah kita rasakannan yang berkelanjut. Salah satu peran Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah untuk memobilisasikan produk IPTEK melalui satuan kerja yang bertugas dalam diseminasi bagi pembangunan dan penerapan hasil litbang untuk pemberdayaan masyarakat. Proses diseminasi atau sosialisasi menjadi langkah yang krusial dalam meyakinkan masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dan Teknologi dalam meningkatkan kehidupannya.
 
Kerja sama penelitian, pengembangan dan pemanfaatan iptek serta diseminasi iptek kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban lembaga litbang sebagai penyedia teknologi (teknologi Provider) dalam upaya pemsyarakatan IPTEK untuk mendorong penerapan hasil litbang secara lebih luas, jelas Handoko. Sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi, saat ini LIPI juga secara khusus membuka akses sebagian infrastruktur riset, memberikan bimbingan teknis, membantu program peningkatan kapasitas SDM, dan penggunaan fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat umum sebagai kontribusi nyata LIPI kepada masyarakat, ungkap Handoko.
 
Handoko juga mengapresiasi adanya penandatangan Nota Kesepahaman dan PKS LIPI dengan Mitra yang merupakan rangkaian acara ini yaitu nota kesepahaman antara LIPI dengan PT. INTI, nota kesepahaman antara LIPI dengan PT. PINDAD, nota kesepahaman antara LIPI dengan Universitas Telkom, nota kesepahaman antara LIPI dengan Universitas Bangka Belitung, nota kesepahaman antara LIPI dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, nota kesepahaman antara LIPI dengan Universitas Lampung, perjanjian kerja sama antara LIPI dengan sekolah Pascasarjana Universitas Padjajaran, perjanjian kerjasama antara LIPI dengan sekolah Pascasarjana IPB, perjanjian kerja sama antara LIPI dengan Pascasarjana ITB, perjanjian kerja sama antara LIPI dengan Dekan Fasikom UI dan nota kesepahaman antara LIPI dengan Politeknik Caltex Riau.(rdn)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 108