Konsorsium Riset Baterai Siap Nyetrum

 
 

Konsorsium riset baterai yang digawangi LIPI, BATAN, UI, ITS dan PT Nipress targetkan baterai berkapasitas 200 wh/kg pada tahun 2014. Selain kapasitas yang powerfull, ditargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) baterai nasional ini dapat mencapai 20 persen. Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional PT Nipress, Richard Tandiono saat menerima kunjungan Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi di Kawasan Industri Narogong, Cileungsi, Rabu, 3 Juli 2013.

Richard yang merupakan generasi ke tiga memimpin PT Nipress menerangkan, dalam mendukung perkembangan riset baterai nasional pihaknya sudah menyiapkan assembly line baterai lithium.

Pada tahun 2013 ini telah diproduksi terbatas baterai lithium generasi kedua yang mampu menyimpan daya 24 kwh dan berjarak tempuh 150 km. Ditargetkan, pada 2015 baterai lithium sudah full lokal, mulai dari cell, module, sampai packaging, ujar Richard.

Keberanian PT Nipress yang menginvestasikan sekitar US$10 juta untuk mendukung pengembangan baterai nasional mendapat apresiasi positif dari Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi, Hari Purwanto.

Mantan Staf Ahli Menristek Bidang Teknologi Hankam ini menyatakan target yang disusun pemegang merk aki kendaraan NS tersebut sejalan dengan pemerintah yang ingin mengembangkan mobil listrik buatan Indonesia. Dengan produksi mobil listrik dibutuhkan baterai sebagai tenaga penggerak.

Rencananya mobil listrik akan digunakan untuk keperluan KTT APEC di Nusa Dua, Bali, Oktober 2013 mendatang, ujarnya disela-sela diskusi.

Lebih lanjut Hari menyatakan Kementerian Ristek memiliki kewajiban mendukung perkembangan iptek nasional salah satunya dalam riset baterai. Hari mengatakan PT Nipress sebagai pengembang baterai harus mendapatkan perlindungan HKI.

Hal senada juga diungkapkan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman yang hadir dalam pertemuan tersebut. Jarman mengatakan perkembangan industri baterai untuk mobil listrik ini harus diikuti dengan perkembangan insfrastuktur seperti charging station.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi mengatakan keberhasilan program mobil listrik nasional harus didukung oleh semua pihak mulai dari hulu sampai hilir. (wwj/ humasristek)
Sumber : Ristek, 5 Juli 2013

Sivitas Terkait : Bambang Prihandoko

Diakses : 1749