Kosim Senang Bakal Ada Kebun Raya

 
 
BARABAI, BPOST- Tim eksplorasi dari Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor mengadakan eksplorasi dan observasi tumbuhan di kawasan hutan Hulu Sungai Tengah di Pegunungan Meratus, 15-19 April 2013. Kegiatan tersebut dalam rangka pengayaan koleksi Kebun Raya Banua, di Kota Banjarbaru, kalsel.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Batang Alai Timur, Kosim, yang mendampingi tim selama kegiatan menyatakan, selama lima hari, tim terdiri lima orang melakukan observasi di Pegunungan Meratus Desa Hinas Kiri, Batang Alai Timur.

Ia senang adanya pembuatan Kebun Raya Banua di Banjarbaru, Kalsel. Dia berharap terealisasi secepat mungkin karena sangat bermanfaat bagi anak cucu kedepan. Semoga Kebun Raya Banua nanti bisa menjadi duplikasi flora yang ada di Pegunungan Meratus serta turut menyumbangkan oksigen bagi masyarakat, harap dia.

Sebagai bentuk dukungan Kabupaten HST untuk Kebun Raya Banua, ia menyumbangkan bibit 1.000 bibit pohon kehutanan. Diantaranya, jenis agatisrobusta, kayu merbau atau bibit anglai (sorea spp.), gaharu (Aqualiaramalacensis), pohon lua (Vicusparijata), pohon Suren dan rotan jerenang.

Ketua Tim Eksplorasi Tumbuhan dari Kebun Raya Bogor, Dodo mengatakan, eksplorasi tanaman di Meratus untuk mengoleksi tumbuhan asli pegunungan Meratus. Beragam tumbuhan umum, spesies anggrek tersebut untuk pengayaan koleksi di Kebun Raya Banua, Banjarbaru.

Selain itu kami ingin menerapkan riset-riset guna memperkaya nilai ilmiah kegiatan berupa distribusi tumbuhan obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan, ucap dia.

Dia berharap eksplorasi dan penelitian dapat menambah koleksi tumbuhan d Kebun Raya Banua serta tersedianya informasi dan data ilmiah yang komprehensif mengenai flora di kawasan Pegunungan Meratus, terutama tumbuhan yang berpotensi obat.

Sasaran kami, memperoleh nimimal 250 nomor koleksi tumbuhan hidup dari tumbuhan anggrek atau non anggrek, juga mendapatkan data jenis tumbuhan obat dan deskripsi pemanfaatannya. Katanya.

Selama lima hari eksplorasi ada 186 nomor koleksi tumbuhan yang berhasil di teliti di kawasan hutan HST. Untuk tumbuhan jenis anggrek 20 koleksi dan non anggrek 166 koleksi. Seperti meranti, binturong, sintok, dan anggrek. Sedangkan potensi yang ditemukan untuk tumbuhan obat adalah Arow, jelas dia.

Sedangkan kayu yang berpotensi seperti Mengaris dan tanaman hias yang berpotensi adalah Keladi Kijang dan milasam, untuk tumbuhan pangan. Kebun Raya Banua Kalsel, berlokasi di Kota Banjarbaru. Kebun ini merupakan salahsatu Kebun Raya Daerah prioritas yang dirintis sejak tahun 2010.

Kebun dengan tema Tumbuhan Obat Kalimantan ini berada pada ketinggian 12-46 meter di atas permukaan laut serta memiliki luas 100 hektare. Lokasinya, mengelilingi perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. (han)
Sumber : Banjarmasin Post

Diakses : 1841