Krisis Petani, Generasi Muda Lebih Nyaman di Kota

 
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai krisis regenerasi pemuda untuk menjadi petani disebabkan pemuda yang sudah pindah ke kota belum tentu mau kembali lagi ke desa.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI YB Widodo mengatakan pemuda desa yang sudah modern akan lebih cenderung untuk pergi keluar desa dan bekerja di perusahaan. Namun setelah bekerja di kota, belum tentu para pemuda itu akan kembali ke desa dan kembali menggarap sektor pertanian.

"Perlu diungkap adalah betapa sulitnya lanjutkan pertanian kita. Kalau ada modernisasi apakah pemuda mau kembali ke desa Dari tangan pakai alat canggih agar generasi muda ini bisa kepanggil ke desa, " ujar YB Widodo, saat ditemui di Kantor LIPI, Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Dirinya menambahkan, krisis regenerasi pemuda untuk menjadi petani tidak hanya dirasakan oleh Indonesia namun juga terjadi di beberapa negara maju Asia. "Krisis pemuda yang tidak mau kembali ke desa juga terjadi di Jepang, " jelas Wibobo.

Kemudian, faktor lain yang membuat pemuda tidak ingin menjadi petani lantaran pemuda sekarang tidak bisa mengikuti gaya bertani yang telah diterapkan oleh orang tuanya. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu yang menjadi petani rela untuk bangun pukul 02.00 subuh hanya untuk menanam padi agar tidak kepanasan.

"Petani terutama ibu-ibu, nanam padi malam hari, jam 2 subuh bangun supaya tidak kepanasan. Usia rata-rata 40 tahun. Generasi muda tidak bisa ikuti. Mereka lebih baik kerja di toko bisa pulang sore atau bantu pedagang kecil, " lanjut Wibobo.

Namun, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh timnya, hanya sebagian kecil pemuda yang terpanggil untuk kembali ke desa dan menjadi petani setelah mendapatkan pengalaman kerja di kota. ABD
Sumber : Metrotvnews.com, 2 Oktober 2015

Sivitas Terkait : Yohanes Bosco Widodo

Diakses : 283