Kunjungan Lapangan Para Partisipan The 3rd International Workshop On SATO UMI - GEMPITA SPL and GAPURA Ke Kawasan Budidaya Perikanan dan Ekowisata Kepulauan Seribu

 
 
BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) bekerjasama dengan International Center for Environmental Management of Enclosed Coastal Seas (EMECS), PICES (North Pasific Marine Science Organization), MAFF (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries) dan FRA (Fisheries Research Agency of Japan) menyelenggarakan kegiatan The 3rd International Workshop on SATO UMI, GEMPITA-SPL/SFiCoMS and GAPURA . Partisipan workshop adalah para ahli SATO UMI dan para ahli dari berbagai lembaga seperti Kemenko Maritim, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, BPPT, LIPI dan lembaga/instansi terkait termasuk Perguruan Tinggi, Mahasiswa, Swasta, Industri perikanan dan Masyarakat. Workshop telah diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 7 Oktober 2015 di Komisi Utama BPPT. Gd. II BPPT Lantai 3 yang kemudian dilanjutkan dengan field trip (kunjungan lapangan) pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2015 salah satunya ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Workshop bertujuan untuk mensosialisasikan dan mendiseminasikan konsep SATO UMI melalui pengembangan program pendidikan, pelatihan dan inovasi teknologi budidaya perikanan berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak marjinal dan idle serta sumberdaya perikanan di wilayah pesisir dan kawasan techno park Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan ekonomi lokal, regional dan nasional. Hal serupa disampaikan Dr.Unggul Priyanto selaku Kepala BPPT dalam workshop bahwa kegiatan ini dapat menginspirasi dan memberi semangat baru kepada para stakeholders dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan secara optimal, harmonis, produktif dan berkelanjutan untuk menjamin kesinambungan penyediaan pangan berbasis perikanan, pengembangan minawisata dan ekowisata serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah/negara.

Kunjungan lapangan para partisipan workshop ke Pulau Pari didampingi langsung oleh Triyono, M.Si selaku Kepala UPT Loka Pengembangan Kompetensi SDM Oseanografi Pulau Pari LIPI beserta perwakilan staf dan penelitinya. Kegiatan kunjungan dimulai dengan kunjungan lokasi binaan UPT LPKSDMO Pulau Pari di bidang pengolahan rumput laut. Triyono menjelaskan bahwa binaan satuan kerja ini diakomodir dalam Program IPTEKDA LIPI yang bertujuan untuk mentransfer hasil riset langsung kepada masyarakat. Kemudian Yuliani selaku salah satu masyarakat binaan dalam program ini memperkenalkan hasil olahan rumput laut berupa selai untuk dapat diamati dan disajikan ke para partisipan. Partisipan juga diajak melihat proses pembuatan selai rumput laut dengan mendatangi kelompok pengolah Program IPTEKDA LIPI tersebut.

Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi UPT LPKSMO Pulau Pari, LIPI di ujung barat Pulau Pari dan Rae Sita Pratiwi yang merupakan Kepala Divisi Jasa IPTEK Kelautan mendampingi para partisipan dengan memberikan informasi umum tentang program UPT LPKSDMO Pulau Pari terkait aktifitas wisata edukasi kelautan, pelatihan kelautan, riset terapan yang dilakukan LIPI di Pulau Pari. Kunjungan akhir para partisipan ditutup dengan mengamati langsung salah satu hasil riset terapan peneliti UPT LPKSDMO LIPI yakni area zonasi wisata pendidikan dan Daerah Perlindungan Biota Laut (DPBL). Aktivitas dalam program yang dilakukan LIPI di Pulau Pari menjadi diskusi menarik bagi para partisipan terutama tentang kegiatan pendiseminasian hasil riset yang dibuat dalam bentuk program-program edukasi yang melibatkan masyarakat. Bahkan Dr. Jean-Paul Ducrotoy seorang Reader Emeritus di bidang Coastal Studies dari Universitas Hull mengakui bahwa hal serupa belum pernah dilakukan di Inggris Raya. Dalam penuturannya beliau mengatakan bahwa di negaranya stasiun penelitian hanya terbuka untuk para akademisi, peneliti dan praktisi.

Para partisipan berpendapat bahwa konsep pengelolaan pesisir yang melibatkan partisipasi masyarakat seperti yang dilakukan oleh UPT LPKSDMO Pulau Pari LIPI melalui program-program pengembangan kompetensi sumberdaya manusia di bidang oseanografi patut diapresiasi dan kedepannya dapat saling bekerjasama. Pendapat ini sejalan dengan paparan penutup yang disampaikan oleh Kepala UPT LPKSDMO Pulau Pari bahwa kerjasama baik di bidang riset maupun pertukaran pelajar melalui koridor beasiswa sangat dinantikan oleh satker dan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan para partisipan workshop dan BPPT sebagai penyelenggara dapat terus dilakukan hingga masa yang akan datang.

UPT Loka Pengembangan Kompetensi SDM Oseanografi,
Pulau Pari - Puslit Oseanografi LIPI
Office:
Gedung Tisna Amijaya Lnt. 2
Jl. Raden Saleh No. 43, Cikini Jak-Pus 10330
Phone : 021-3143080 (ext.1205)/ 021-3912497
Faximile : 021-3912497