LIPI Akselerasi Alih Teknologi Lewat Taman Sains

 
 
JAKARTA. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengemban tugas membangun satu nasional Taman Sains dan Teknologi (TST) dan tujuh Taman Teknologi (TT). Pemerintah menargetkan 100 TST atau science techno park akan dibangun sepanjang tahun 2015-2019. Pada 2015. 65 TST siap dibangun di berbagai daerah.

Deputi Jasa Ilmiah LIPI Bambang Subiyanto mengatakan LIPI mendapat tugas satu nasional TST dan tujuh TT. Satu nasional TST itu yakni di kawasan Cibinong Science Center (CSC) Bogor.

Sedangkan tujuh TT lainnya yakni di TT Samosir Sumatera Utara untuk pengembangan energi, Tasikmalaya pertanian, Banyumulek Nusa Tenggara Barat peternakan, Mataram, Tual Maluku, Ternate Maluku Utara di bidang kemaritiman, dan Enrekang Sulawesi Selatan pengolahan kebun raya daerah.

"Kami berharap hasil riset LIPI bisa dimplementasikan di masyarakat secara luas dan tepat, " katanya di Jakarta, Jumat (24/7).

Kepala Pusat Inovasi LIPI Nurul Taufiqurochman mengungkapkan dalam pengembangan TST dan TT ini LIPI memiliki empat program utama yakni akselerasi alih teknologi hasil riset LIPI yang siap digunakan masyarakat, penguatan infrastruktur, tata kelola kawasan dan ada contoh nyata hasil teknologi (sainstainment) atau edutainment.

"LIPI telah identifikasi 20 paket teknologi yang siap alih teknologi di tahun pertama. " ucapnya.

Nurul menambahkan teknologi proven LIPI tersebut seperti pupuk organik, pengolahan sampah menjadi energi, ipi, turbin angin dan masih banyak lagi.

LIPI pun berharap lanjutnya satu TST menjadi sumber teknologi dan tinggal didesiminasikan alih teknologinya ke tujuh TT atau berbagai ke pemerintah daerah.

18 Lokasi

Sebelumnya beberapa bulan lalu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir melakukan kick off program nasional pengembangan 100 science techno park di Bandung.Rencana pembangunan 65 science techno park melibatkan kemristekdikti di 18 lokasi, Kementerian Pertanian 22 lokasi, Balitbang Kelautan Perikanan 9 lokasi, Kementerian Perindustrian 5 lokasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 9 lokasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional 4 lokasi dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 8 lokasi.

Nurul menyatakan CSC sesungguhnya sudah lama menjadi science park yang berada di kawasan dengan luas lahan 180 hektare.

CSC juga memiliki penelitian dasar biologi, kebun raya, biomaterial, sexing sapi dan pengembangan teknologi nano serta penghasil paten terbesar di Indonesia yakni 371 paten.

TST merupakan tempat pengembangan riset dasar yang kemudian dibuat alih teknologi desiminasi ke musyarakat atau industri.


Sumber : Suara Pembaruan, edisi 28 Juli 2015. Hal: A18

Sivitas Terkait : Bambang Subiyanto

Diakses : 1308