LIPI Anugerahi Industri Sukses Berbasis Inovasi

 
 
LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menganugerahkan LIPI Science Based Industrial Innovation Award (SBII Award) kepada dua perusahaan yang sukses menjadikan inovasi berbasis sains sebagai bagian utama strategi bisnis.

Ketua juri LIPI SBII Award Prof Haryono Cokro Negoro di Jakarta, kemarin, mengatakan ada dua kriteria yang menjadi bahan penilaian. Pertama, fokus pada produk atau karya. Kedua, fokus pada visi yang akan dicapai dengan penciptaan produk itu.

"Kita melihat komitmen dengan visi yang ditetapkan. Apakah program terencana dengan baik untuk mencapai visi tersebut dalam jangka panjang, jadi bukan dibuat karena hanya ingin dilombakan, " kata Haryono.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan kalangan pebisnis Tanah Air seyogyanya sudah harus mengubah paradigma terhadap penerapan riset dalam strategi bisnis. Dengan demikian, anggapan bahwa posisi perusahaan-perusahaan Indonesia dalam pengembangan iptek ialah pengekor dapat dipatahkan.

"Ada perusahaan yang sukses menjadikan inovasi berbasis riset sebagai strategi mereka berkompetisi, dengan demikian anggapan negeri ini sekedar pengekor secara perlahan hilang, " ujar Iskandar.

Ajang itu, lanjutnya, juga diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah bahwa sejumlah perusahaan perlu mendapat dukungan karena telah serius melakukan riset dan mengupayakan sinergi antara industri dan lembaga penelitian.

Ia meyakini industri dengan inovasi berbasis sains akan mampu menempatkan Indonesia pada jajaran negara yang ekonominya digerakkan oleh inovasi.

PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) menjadi pemenang pada kategori Physical Science dan PT Caprifarmindo Laboratories menjadi pemenang di kategori Life Science. Pusri sukses menghasilkan paten dan mendapatkan royalti lisensi paten. Hasil inovasinya antara lain desain pabrik yang telah dipatenkan di Jepang. Adapun PT Caprifarmindo Laboratories menghasilkan berbagai inovasi vaksin hewan ternak.

Kedua perusahaan itu mengalahkan delapan perusahaan lain yakni PT Dua Empat Tujuh, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Dahana (Persero). PT Pindad (Persero), PT Tirta Matta, PT CTECH Labs Edwar Technology, PT Bio Farma (Persero), dan PT Phapros. (Tlc/H-3)


Sumber : Media Indonesia, edisi 3 September 2015. Hal: 13

Sivitas Terkait : Iskandar Zulkarnain

Diakses : 799