LIPI Bangun Grand Design Pembinaan Ilmiah untuk Lahirkan SDM Iptek Unggul

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 1968 telah konsisten melalukan pembinaan ilmiah untuk generasi muda Indonesia melalui berbagai penyelenggaraan Kompetisi Ilmiah LIPI serta pemberian penghargaan kepada peneliti muda berprestasi. “LIPI tengah membangun grand design pembinaan ilmiah bersama Kementerian Ristekdikti dan lembaga terkait,” terang Plt. Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries. Menurut Nur, upaya ini dialukan agar pemerintah dapat membina para remaja beprestasi semakismal mungkin. “Baik dalam fasilitasi penelitian, pembinaan, serta pemanfaatan hasil peneltian anak-anak ini,” jelasnya.
 
Sebagai upaya menyebarkan pemikiran serta karya generasi muda untuk kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia, LIPI mengadakan Millenials Talk: Sains untuk Daya Saing Bangsa yang  diselenggarakan pada Rabu (12/12) lalu di Jakarta.
 
Hadir sebagai pembicara Intan Suci Nurhati, peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, yang meraih penghargaan LIPI Young Scientist Award (LYSA). Intan telah konsisten melakukan penelitian tentang terumbu karang. “Pendekatan penelitian saya adalah berusaha memahami perubahan lingkungan melalui arsip-arsip alam seperti perubahan temperatur, curah hujan, dan terumbu karang di Indonesia,” ungkap peneliti berusia 35 tahun itu. .
 
Intan mengenyam pendidikan S3 di Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat bidang Earth and Atmospheric Sciences. Selain itu, Intan juga telah menerima penghargaan dari United Nations' IOC-WESTPAC Best Young Scientist, German Ministry of Education and Research (BMBF)'s Green Talents Award for International Forum of High Potentials in Sustainable Development, dan John Bradshaw Research Award, Georgia Institute of Technology. Ia juga berhasil mendapatkan pendanaan riset dari National Geographic Society.
 
Millenials Talk juga akan menghadirkan dua pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LIPI) Tahun 2018, William dan Michaela Samantha. William, pelajar SMA Santa Laurensia, melakukan penelitian Studi Analisis Eksperimental dan Komputasional Modifikasi Angle Of Wingtip yang mengantarnya menjadi juara bidang Ilmu Pengetahuan Teknik di LKIR 2018. Penemuannya berpotensi mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan faktor aerodinamika pesawat terbang. Sedangkan Michaela Samantha dari SMAK Penabur Gading Serpong, mengembangkan penelitian mengenai beras hasil rekayasa genetika yang mengandung sedikit karbohidrat dan lebih banyak protein dibandingkan beras biasa.(rdn/ed: fza)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 1124