LIPI: Bisnis Harus Diperkuat Inovasi

 
 
JAKARTA (Pos Kota)- Persaingan bisnis yang ketat saat ini menuntut setiap perusahaan mempunyai kemampuan berinovasi tinggi. Hal tersebut diperlukan mengingat dengan inovasi tinggi sebuah usaha bisa bertahan lama.

Sementara di Indonesia kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Iskandar Zulkarnaen kebanyakan inovasi dilakukan sebatas pada sisi pengemasan dan desain produk saja. Sedangkan inovasi dari pengembangan hasil riset atau penelitian lokal masih jarang dilakukan.

Menurut Iskandar, kalangan pebisnis tanah air seyogyanya sudah harus mengubah paradigma penerapan riset dalam strategi bisnisnya. Dengan begitu, anggapan bahwa posisi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam pengembangan kapasitas iptek adalah pengekor bisa terpatahkan.

Sesungguhnya ada sejumlah perusahaan atau industri telah sukses menjadi inovasi industri berbasis riset sebagai strategi mereka berkompetisi, papar Iskandar di sela LIPI Science Based Industrial Innovation Award (LIPI SBIIA) 2015, kemarin.

Untuk mendorong dunia bisnis melakukan inovasi, LIPI lanjut Iskandar berupaya memberikan apresiasi bagi perusahaan melalui LIPI SBII Award. Penghargaan ini secara khusus diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan industri berbasis riset.

Lewat ajang penghargaan itu, kata Iskandar, anggapan bahwa negeri ini sekedar pengekor secara perlahan akan hilang dengan sendirinya. Karena masyarakat luas akan tahu para pemenang atau peraih anugerah telah sukses bersaing dengan memanfaatkan inovasi berbasis riset yang mereka kerjakan. Ajang ini berupaya pula memberikan masukan kepada pemerintah bahwa sejumlah perusahaan perlu mendapat dukungan karena telah serius melakukan riset dan mengupayakan sinergi antara industri dan lembaga penelitian.

Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Iptek LIPI Dr Trina Fizzanty menjelaskan tahun 2015 merupakan tahun kedua ajang anugerah LIPI Award. Pada tahapan seleksi, 10 perusahaan masuk babak final diantaranya PT Dua Empat Tujuh, PT Bio Farma, PT Semen Indonesia, PT Dahana, PT Tirta Marta dan sebagainya. Dari sepuluh perusahaan itu, 7 perusahaan masuk dalam kategori prhysical science dan 3 perusahaan dalam kategori life science.(inung/sir)
Sumber : Poskotanews.com, 2 September 2015

Sivitas Terkait : Trina Fizzanty

Diakses : 611