LIPI Dorong Pencapaian Swasembada Daging 2019

 
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengunjungi lokasi pertenakan terpadu PT. Karya Anugerah Rumpin (PT. KAR) di Bogor pada Jumat 27 Maret 2015.

Kunjungan mereka bertujuan untuk melihat dari dekat kerjasama Pusat Penelitian (Puslit) Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan PT KAR dalam pengembangan produksi sapi unggul melalui perbaikan genetik sapi lokal, pembibitan, pembiakan, dan pembesaran sapi unggul. Dalam kesempatan tersebut Keduanya menandatangani MoU tentang penerapan dan pengembangan agribisnis peternakan sapi terpadu.

Dalam kunjungan tersebut Menristek Dikti berharap inovasi sektor peternakan sapi ini menjadi awal kontribusi iptek dalam mendukung program utama pemerintah dalam ketahanan pangan guna mencapai swasembada daging pada 2019.

Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain mengungkapkan bahwa praktek peternakan yang tidak dilandasi ilmu pengetahuan mendasar akan terus menurunkan populasi dan memperburuk kualitas genetika ternak di Indonesia. Kondisi ini pada akhirnya membuat Indonesia semakin tergantung kepada pihak asing dalam memenuhi kebutuhan protein hewani untuk rakyat, ungkapnya.

Saat ini, Puslit Bioteknologi LIPI telah melakukan kegiatan riset peternakan yang strategis, cukup mendasar, dan dapat diaplikasikan di masyarakat. Dalam kurun waktu dua dekade lebih (1992-2014), LIPI telah melakukan penelitian dan pemberdayaan masyarakat di 21 provinsi, 77 Kabupaten/Kota dan tidak kurang dari 144 kelompok ternak binaan, lanjut Iskandar.

Sejak tahun 2011, LIPI telah menerapkan hasil riset peternakan dalam industri peternakan sapi melalui panandatanganan nota kesepahaman dengan PT. KAR tentang Pengembangan Produksi Benih Sapi unggul.

Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, kerjasama ini dimaksudkan untuk mensinergikan kompetensi iptek peneliti LIPI dengan kapasitas produksi, modal pejantan unggul, induk betina, kapital dan manajemen PT. KAR. Tujuannya untuk meningkatkan mutu genetik bibit dan populasi ternak sapi lokal dalam rangka mendorong tercapainya swasembada daging dan susu nasional, jelasnya.

Melalui Kerja Sama Operasional (KSO), LIPI-KAR pada 2014 mulai memetakan genetik sapi lokal Indonesia. Tujuannya untuk melakukan seleksi ternak berdasarkan marka genetik. Riset ini sangat strategis karena mampu melakukan seleksi ternak-ternak unggul lokal secara tepat, lanjut Enny.

Agar tujuan KSO tercapai, LIPI-KAR mendatangkan sapi pejantan unggul asli Indonesia maupun sapi-sapi eksotik, seperti Sapi Simental unggul, sapi lokal Madura, Bali, dan Sapi Sumba Ongol (SO). Hingga saat ini telah dihasilkan 20 ekor sapi jantan SO dan 11 ekor betina SO, 6 ekor sapi betina Bali lulus uji performance . Sapi-sapi tersebut akan menjadi sapi bibit unggul Indonesia. Ratusan ekor anak sapi unggul telah dilahirkan diharapkan menjadi percontohan breeding sapi nasional.

Pengulangan dan penggandaan pemakaian teknologi ini diharapkan terus berjalan sehingga iptek benar-benar dapat dirasakan kontribusinya dalam pembangunan industri dan ekonomi nasional, tutupnya. Sumber www.lipi.go.id
Sumber : Technology-Indonesia.com, 29 Maret 2015

Sivitas Terkait : Syahruddin

Diakses : 437