LIPI Harapkan KIPNAS Ke-XI Berkontribusi Majukan Bangsa

 
 
Bogor, Hanter - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali akan menyelenggarakan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) XI pada tanggal 8-9 Oktober 2015, di Jakarta.

Ketua Tim Ilmiah KIPNAS XI, Lukman Hakim mengatakan, bahwa KIPNAS merupakan suatu forum para ilmuwan dan peneliti untuk mendiskusikan mengenai kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) akan peran sertanya membangun bangsa Indonesia.

"Kami menginginkan kongres ini bukanlah hanya sekedar kongres seperti seminar, namun dapat membuat suatu kontribusi bagi masyarakat di Indonesia, " Kata Lukman kepada wartawan di Bogor, Jumat (18/9/2015).

Indonesia tidak mungkin maju ke depan dalam menghadapi tantangan zaman, tanpa ilmuawan diberdayakan dan ditambah jumlahnya. Menurut dia, sudah banyak sumbangan ilmuawan Indonesia dalam berbagai bidang seperti iklim, cuaca, dan pangan.

Sementara, secara individu, ilmuawan Indonesia tidak kalah dengan ilmuawan asing. Untuk itu, pemerintah perlu memberi perhatian dalam membangkitkan kemampuan bangsa melalui pengembangan Iptek.

Ditempat yang sama, Sekretaris KIPNAS, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengungkapkan bahwa, LIPI sebagai lembaga penelitian terbesar dihadapkan untuk memberikan solusi mengenai Iptek bagi kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu dirinya menyampaikan acara KIPNAS ke XI ini, LIPI bekerjasama dengan Kementerian Ristek, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Penyelenggaran KIPNAS ke XI ini digagas menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk terus memacu perkembangan ilmu pengetahuan di Tanah Air, sekaligus untuk mendorong kontribusi bukan hanya di bidang pengetahuan namun juga di dalam pengembangan teknologi di Indonesia, " Kata Nur.

Ia juga menyampaikan, harapannya bawa pembukaan oleh Presiden Joko Widodo dalam gelaran itu sangatlah diharapkan. Kehadiran presiden bukan hanya sebuah momen saja, tetapi bisa menjadi stimulan kepada para ilmuwan dan masyarakat agar lebih terdorong untuk lebih mengembangkan Iptek di Indonesia.

Ia menegaskan, KIPNAS yang akan diselenggarakan ini bukan hanya sebagai pertemuan antar ilmuwan sebagaimana umumnya. Sebabnya, perkembangan masyarakat Indonesia terkait Iptek saat ini berjalan ditempat. Masyarakat dinilai dirinya saat ini cenderung menjadi konsumen bukanlah menjadi innovator.

"Kalau KIPNAS diselenggarakan seperti waktu-waktu yang tedahulu, ya tidak akan menghasilkan apa-apa. Indonesia sudah krisis inovasi, masyarakatnya sudah konsumtif dan hal tersebutlah yang akan kami ubah, " tandasnya. Franc


Sumber : Harian Terbit, edisi 19 September 2015

Sivitas Terkait : Lukman Hakim

Diakses : 1135