LIPI: Jakarta Masih Cocok Sebagai Ibukota

 
 

Direktur Center for Interdiciplinary and Advanced Research (ICIAR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Jan Sopaheluwakan menganggap Jakarta sebagai ibukota yang layak untuk Indonesia, meskipun sejumlah permasalahan menumpuk.

Dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (11/07/2012), Jan Sopaheluwakan mengatakan salah satu masalah Jakarta adalah menurunnya kualitas lingungan. Ia juga mengatakan juga Jakarta benar-benar harus berhadapan dengan masalah yang berkaitan dengan kerawanan sosial, resiko bencana, krisis dan perubahan iklim.

"Menurunnya permukaan tanah Jakarta, banjir, merupakan salah satu dari kontribusi tidak terintegrasinya pembangunan Jakarta, " kata Jan Sopaheluwakan.

Para ahli di Center for ICIAR LIPI dan Institute for Environment and Human Security - United Nation University (UNU-EHS), akan mengadakan pertemuan untuk mencari model dan roadmap pembangunan di kawasan yang menghubungkan daerah perkotaan dan pesisir.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa keprihatinan mengenai berbagai kerusakan di kota Jakarta sudah menjadi bagian dari perhatian masyarakat, " tambahnya.

Jan Sopaheluwakan menyatakan. Jakarta masih layak untuk menjadi ibukota negara asalkan Jakarta dapat memenuhi empat empat syarat, yakni keadilan terhadap lingkungan dan sosial, pemenuhan akan kebutuhan pangan, air, dan energ , adanya konstruksi sosial dan ekonomi yang sehat dan terakhir, adalah pembenahan tata ruang.

Salah satu masalah kota Jakarta yang paling menonjol adalah menurunnya permukaan tanah yang cukup signifikan , ungkapnya.

Dia menekankan bahwa permasalahan ini dapat berpotensi lebih buruk, yang dapat menenggelamkan ibukota negara ini.

Kepala LIPI Prof. Dr. Lukman Hakim, menjelaskan bahwa ICIAR-LIPI bekerjasama dengan United Nation University Bonn, Jerman memfasilitasi diselenggarakannya pertemuan guna memikirkan membangun pusat keunggulan di Asia Tenggara untuk mengatasi masalah-masalah di Jakarta.

Kegiatan ini memiliki serangkaian acara, salah satunya adalah Scientific Workshop dengan tema Development Pathways for Urban and Rural Coastal Zones , jelasnya.

Workshop ini akan dihadiri oleh para ahli dari LIPI, UNU, delegasi asing serta instansi dan universitas terkait dari seluruh Indonesia. Para ahli dari UNU dipimpin oleh Prof. Jacob Rhyner sebagai Direktur Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS).

Dalam workshop ini akan dikaji kasus-kasus dari beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Mahakam, dan beberapa kota di belahan dunia lainnya.

Kasus-kasus yang dikaji akan difokuskan ke daerah perkotaan dan pesisir karena 50 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah tersebut. Tanggal 14 Juli 2012, rangkaian acara akan dilanjutkan dalam kegiatan Ekskursi yang akan dilakukan mulai dari Cibodas sebagai daerah penyangga Jakarta, dilanjutkan ke Katulampa, Pluit, hingga ke Muara Baru.

Kemudian, tanggal 15-16 Juli 2012, akan diadakan Write Shop, sebagai upaya pengkaderan peneliti-peneliti muda untuk menjadi penulis yang produkstif di jurnal penelitian ilmiah. ()
Sumber : Tribun News, 11 Juli 2012

Sivitas Terkait : Jan Sopaheluwakan

Diakses : 933