LIPI: Kampus Umum Rawan Disusupi Paham Radikal

 
 
JawaPos.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meminta kampus-kampus non keagamaan untuk berhati-hati terhadap penyebaran paham radikal dan teror. LIPI menilai, para mahasiswa di kampus umum (non keagamaan) sangat rawan disusupi terutama lewat organisasi kemahasiswaaan.

Temuan itu berdasar pada hasil kajian Demikian kesimpulan kajian bidang sosial dan kemanusiaan LIPI yang dipublikasikan kemarin (17/2).

Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI M. Hamdan Basyar menyatakan, dari penelitian pola-pola gerakan radikal di Indonesia, salah satu pola yang kerap terjadi, paham radikal masuk melalui organisasi keagamaan di kampus-kampus umum (non keagamaan). "Kampus dipilih karena terbuka ruang lebar untuk kajian dan syiar, " jelasnya di Jakarta.

Lalu, mengapa cenderung di kampus non keagamaan Hamdan menuturkan, mayoritas pemahaman keagamaan mahasiswa di kampus-kampus umum sangat kurang. Mereka lantas gampang menerima ketika diberi pemahaman agama dari satu sisi saja, yakni dari sisi radikal.

"Karena itu, kami berharap pengelola kampus memberikan pembekalan keagamaan yang cukup, " ujarnya. Salah satunya tentang cara bernegara dan beragama yang baik. Bukan pemahaman agama yang radikal dan cenderung mengafirkan orang di luar kelompok mereka.

Media sosial juga menjadi saluran penyebaran paham radikal. Hamdan menuturkan, aktor penyebar paham radikal mengunggah dan menyebar jaring seluas-luasnya. Kemudian, mereka menunggu simpatisan yang berminat.(wan/c5/kim/mam/JPG)
Sumber : Jawapos.com, 18 Februari 2016

Sivitas Terkait : M. Hamdan Basyar

Diakses : 1538