LIPI Kembangkan Laboratorium Bioinformatika dan Infrastruktur Komputasi Kinerja Tinggi

 
 
(Jakarta, 22 November 2013 Humas LIPI). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan terobosan baru dalam mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas riset-riset yang berbasis komputer, kontrol, informatika dan aplikasinya. Hal itu ditunjukkan dengan langkah lembaga ini mengembangkan Laboratorium Bioinformatika dan Infrastruktur Komputasi Kinerja Tinggi.

LIPI telah memprakarsai berdirinya laboratorium baru yang didedikasikan untuk bioinformatika di Cibinong Science Center (CSC) Cibinong. Selain itu, kami juga memprakarsai infrastruktur komputasi yang berkinerja tinggi di Kampus LIPI Bandung dan CSC Cibinong, ungkap Dr. Syahrul Aiman, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI saat membuka International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA), Selasa (19/11) lalu, di Auditorium LIPI Jakarta.

Syahrul katakan, pengembangan laboratorium bioinformatika bertujuan untuk memberikan fasilitas pada penelitian terkini mengenai keanekaragaman hayati pada tingkat molekuler. Ini akan melibatkan banyak peneliti di Indonesia dalam berbagai bidang, seperti bioteknologi, taksonomi, kimia, komputer, dan komputasi, tambahnya.

Sedangkan terkait infrastruktur komputasi tingkat tinggi, dia melanjutkan bahwa LIPI baru saja bergabung dengan kolaborasi global melalui kolaborasi ALICE (A Large Ion Collider Experiment) di CERN (Conseil Europ enne pour la Recherche Nucl aire European Organization for Nuclear Research) dengan jaringan global CERN. Kolaborasi tersebut menandai era baru tidak hanya untuk LIPI, melainkan juga bagi komunitas masyarakat ilmiah Indonesia yang terlibat dalam kolaborasi ilmiah multilateral itu.

Berbasis Komputasi Tinggi

Terpisah di sela-sela acara saat wawancara dengan rekan media, Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI Dr. Laksana Tri Handoko menambahkan, kolaborasi riset global dan pembukaan fasilitas pusat data mengarahkan para ilmuwan LIPI maupun Indonesia masuk ke riset ilmiah yang berbasis komputasi tinggi.

Misalnya saja, riset tersebut akan menyasar bidang bioinformatika, DNA Molekuler, atau pengujian obat baru yang bertemu dengan teknologi komputasi. Kesemuanya akan disimulasikan guna mengurangi biaya dan waktu secara umum.

Walaupun demikian, dia mengatakan, penelitian yang seperti itu masih merupakan penelitian dasar. Kalau terkait yang langsung aplikatif, tentu saja agak sulit karena terkait riset komputer dan komputasi, bukan riset untuk membuat produk, imbuhnya.

Sementara itu di lain hal berkaitan dengan penyelenggaraan konferensi internasional IC3INA, Ketua Panitia IC3INA Ana Hadiana menuturkan, sebanyak 70 makalah dipresentasikan dalam konferensi yang digelar Selasa-Rabu (19-20/11) tersebut. Panitia sendiri menerima sekitar 170 makalah dari 14 negara, namun hanya sebanyak 70 saja yang diterima dimana setengahnya adalah makalah dari ilmuwan asing.

Tujuan penyelenggaraan konferensi internasional tersebut, lanjutnya, sebagai forum internasional untuk berbagi/bertukar ide bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan kalangan industri untuk membahas bidang komputer, kontrol, dan teknologi informasi. Penyelenggara konferensi ini adalah melalui P2 Informatika yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Indonesia, Fujitsu Indonesia, ICON +, dan PT. Tatonas. (pw)
Sumber : Humas LIPI, 22 November 2013

Sivitas Terkait : Laksana Tri Handoko

Diakses : 2776