LIPI Kembangkan Sistem Repositori dan Depositori Ilmiah untuk Perkuat Aset Pengetahuan Nasional

 
 
Jakarta, Humas LIPI, Sebagai pusat repositori dan depositori riset nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki peran penting dalam mengelola pengetahuan di Indonesia dengan tugasnya melaksanakan pengelolaan, informasi dan dokumentasi data ilmiah dan non ilmiah.  “Repositori merupakan sistem penyimpanan dan akses ke dokumen tertulis terpublikasikan yang dihasilkan dari kegiatan riset, adapun depositori hanya sebagai penyimpanan data primer ilmiah,” ujar Handoko, Kepala LIPI pada Selasa kemarin ( 7/5), di Jakarta.

Handoko mengatakan LIPI saat ini telah memperkuat posisi tugas dan fungsi dari Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) terkait  pada  repositori dan depositori ilmiah dengan fokus pada data ilmiah. Menurutnya, tugas ini saling melengkapi dan bersinergi dengan lembaga lain, yaitu Perpustakaan Nasional RI melalui pengelolaan KCKR (karya cetak dan karya rekam); Arsip Nasional RI (ANRI) dengan tata kelola pemerintahan; serta basis data oleh Kemristekdikti. “Dengan adanya peran dan proses bisnis dari tiap-tiap lembaga tersebut, Kemenristekdikti sudah masuk ke RUU Sinas Iptek,” ujarnya. “Namun karena kebutuhannya mendesak, rancangan Permenristekdikti Repo dan Depo Ilmiah disusun. Sebagai landasan kepastian hukum sementara menunggu UU SISNAS LIPI akan terus bersinergi dengan ANRI dan Perpustakaan Nasional RI," ujarnya.

Hendro Subagyo, Plt Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI menambahkan, pengelolaan data dan informasi ilmiah di era digital saat ini merupakan kebutuhan yang perlu segera ditangani oleh suatu lembaga pusat dokumentasi di lembaga riset nasional. Menurutnya, pengelolaan data penelitian secara nasional selama ini belum tersentuh oleh suatu lembaga pemerintah yang memiliki tugas tersebut dalam hal ini pusat dokumentasi dan informasi ilmiah.

Lebih lanjut Hendro menjelaskan, bahwa mekanisme tata kelola data dan informasi ilmiah secara nasional diperlukan komitmen dari seluruh civitas pendukung untuk menjalankan tugas sebagai pengelola data, informasi dan dokumentasi ilmiah, yang merupakan tugas baru dari PDDI LIPI saat ini. Ia menambahkan, tugas utama PDDI adalah menjadi kurator dari data penelitian. “Kita bantu peneliti, kita sediakan fasilitasnya. Pustakawan menjadi partner peneliti dalam hal penyimpanan dan share data nya,” tuturnya.

Sebagai informasi, diskusi ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, seperti Center for International Forestry Research CIFOR, UGM, Leiden University, Ikatan Pustakawan Indonesia. (mtr)

Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 1015