LIPI Kirim Lima Pelajar Indonesia Berkompetisi di IEYI Tiongkok

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengirimkan lima pelajar Indonesia terpilih, hasil kompetisi ilmiah LIPI, ke ajang bergensi International Exhibition for Young Inventors (IEYI) pada 15-20 Juli 2016 di Harbin, Tiongkok. Kelima pelajar terpilih ini pun baru saja melaksanakan persiapan intensif di LIPI Jakarta selama dua hari, sebelum dilepas keberangkatannya oleh Kepala LIPI pada Rabu (13/7).
 
Para pelajar tersebut adalah Ryan Timothy Abisha dari Sampoerna Academy Jakarta dengan invensi berjudul “Smart Trash Bin”. Alat yang diciptakan Ryan ini memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, yang belum paham dalam mengategorikan jenis sampah organik, non organik, atau metal. Dengan alat ini dapat memberikan petunjuk jenis sampah yang akan dibuang.
 
Sedangkan, pelajar lain yang diberangkatkan ke Tiongkok yakni Asep Muhamady Anwar Salim bersama Muchammad Alfarisi dari SMK Negeri 2 Cimahi, Jawa Barat. Mereka menampilkan karya berjudul “Float Mitigation System”. Karya ilmiah tersebut merupakan sistem informasi peringatan dini melalui pesan singkat untuk kewaspadaan masyarakat yang lingkungannya sering dilanda banjir.
 
Kemudian, dua pelajar lainnya lagi adalah Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan dari SMA Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Utara. Keduanya menciptakan alat yang mampu mendeteksi kadar kandungan gas CO dan CO2 yang berbahaya bagi manusia. Alat tersebut mereka beri nama D-box CC (Detector Box for CO and CO2).
 
Para pelajar yang berangkat ke Tiongkok tersebut akan berkompetisi dengan ratusan inventor muda dunia di ajang IEYI. Ajang itu sendiri kali ini telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-12.
 
Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain saat audiensi dan pelepasan para pelajar itu, berpesan agar mereka berjuang semaksimal mungkin untuk membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. “Kalian jangan menjadikan kompetisi ini sebagai beban untuk mencapai prestasi tertinggi, tapi mari perlihatkan kepada dunia bahwa anak-anak Indonesia mempunyai  inovasi yang bermanfaat dan memberikan solusi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan manusia,” tekannya.
 
Joko Triwibowo, peneliti LIPI selaku instruktur persiapan menambahkan, setiap pelajar yang telah dibimbing diarahkan agar menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkompetisi dengan pelajar negara lain. Mereka pun telah mendapatkan pengarahan dan simulasi kegiatan kompetisi, sehingga di ajang tersebut nanti tidak canggung dengan juri dan audiens asing.
 
Sekretaris Utama LIPI, Siti Nuramaliati Prijono yang akrab dipanggil Lili menyambung, pihaknya memiliki keyakinan dan optimisme bahwa para pelajar mampu mewakili  Indonesia dengan kemampuan terbaiknya. “Mereka tidak hanya sekedar menghasilkan invensi, tetapi hasil invensi tersebut juga memberikan edukasi pada masyarakat dalam perlindungan lingkungan dan waspada kebencanaan,” pungkas Lili. (isr/ed: pwd)

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 2425